Pilgub Jabar, Ridwan Kamil Ogah Jadi Wakil

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, saat memberikan sambutan soal Pemilihan Gubernur Jawa Barat, dimana ia sebagai salah satu bakal calon Gubernur diminta untuk memaparkan visi dan misinya dalam agenda Musyawarah Wilayah IV PKB Jabar di Hotel Horison, Bekasi Selatan. Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, saat memberikan sambutan soal Pemilihan Gubernur Jawa Barat, dimana ia sebagai salah satu bakal calon Gubernur diminta untuk memaparkan visi dan misinya dalam agenda Musyawarah Wilayah IV PKB Jabar di Hotel Horison, Bekasi Selatan. Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

RIDWAN Kamil, menyatakan tegas ogah menjadi wakil gubenrur pada konstelasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018 mendatang.

Hal ini ia utarakan usai terselenggaranya Musyawarah Wilayah Jabar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 2017 di Hotel Horison Kota Bekasi.

“Saya tipe pekerja keras, pekerja yang tidak bisa mengemban jabatan dengan tugas yang cenderung statis. Jadi saya tidak mau jika menjadi wakil,” kata Kang Emil sapaan akrabnya.

Meski demikian, pria yang menjabat sebagai Wali Kota Bandung itu mengaku siap dipasangkan dengan siapa pun sebagai kandidat pada Pilkada Jawa Barat 2018 tanpa berlatar belakang partai politik.

“Dengan siapa saya ingin berpasangan atau harus partai mana yang berkoalisi, itu bukan ranah saya untuk menjawabnya. Ibaratnya saya hanya calon pengantin yang siap mengikuti arahan dari partai yang akan mengusung,” tutur dia.

Ia juga mengaku, banyak menerima usulan seputar figur yang diharapkan bisa menjadi pendampingnya pada Pilgub Jabar nanti berdasarkan hasil kegiatan safari ke sejumlah daerah.

“Pada setiap wilayah yang dikunjungi, semua pasti mengusulkan agar putra daerah terbaiknya yang bisa berdampingan dengan saya. Seperti halnya usulan agar Kang Daniel yang muncul saat saya datang ke wilayah Pantura. Tapi saya tidak bisa mengira-ngira apa yang diinginkan partai politik,” katanya.

Pada dasarnya, Emil siap dipasangkan dengan siapa pun selama tokoh tersebut memiliki kepemimpinan dan elektabilitas yang baik.

“Saya tidak bisa pilih-pilih, yang sekiranya saya bisa cocok dan memenuhi dua kriteria tadi saja,” katanya.

Meskipun itu kata dia, telah mendapatkan dukungan resmi dari Partai Nasional Demokrat, komunikasi intensif juga terus dijalin dengan partai lain, semisal PKB dan Partai Persatuan Pembangunan.

“Kalau PKB dan PPP sepakat mengusung saya, berarti terkumpul 16 kursi. Ditambah lima kursi NasDem, berarti sudah cukup syarat minimal pengusungan,” tandas Emil.(kub/gob)



loading...

Feeds

Pembangunan tribun lapangan multiguna, Bekasi Timur, Jumat (24/11/2017). (Foto M Yakub)

Stadion Mini Multiguna Mulai Digarap

PEMERINTAH Kota Bekasi kembali memulai bangun kursi penonton di Stadion Mini Multiguna, Bekasi Timur. Pantauan GoBekasi, yang terbangun hanya baru …