Kadis Damkar Kota Bekasi Polisikan Balik Ketua DKM Masjid

Kadis Damkar Aceng Solahudin menunjukan laporan polisi kasus pencemaran nama baik dengan pelaku Indra. Foto: Radar Bekasi

Kadis Damkar Aceng Solahudin menunjukan laporan polisi kasus pencemaran nama baik dengan pelaku Indra. Foto: Radar Bekasi

KEPALA Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi Aceng Solahudin balik melaporkan Ketua DKM Masjid Adz – Dzikra, Indra Soemardjono ke Polres Metro Bekasi Kota, Rabu (2/8/2017). Aceng melaporkan Indra dengan dugaan pencemaran nama baik.

Pada surat tanda penerimaan laporan pengaduan Nomor: LP/1.270/K/VIII/2017/SPKT/Restro Bekasi Aceng menyampaikan kerugiannya atas pelaporan yang disampaikan Indra terkait dengan dugaan perbuatan dengan kekerasan dan atau penganiayaan.

Dalam surat laporan tersebut dinyatakan bahwa Indra membuat laporan polisi tentang penganiayaan, padahal korban tidak pernah melakukan apa yang dilaporkan.

“Kejadian yang dilaporkan, justru saya mau tanya, sekarang gini, dia (terlapor) melaporkan saya melakukan tindak pidana kekerasan, penganiayaan misalnya. Kalau saat itu tidak ada saksinya kan tinggal dibuka CCTV. Terus tidak ada visum dokternya, gimana ? Bisa aja dia berbohong, ya kan?,” kata Aceng.

Aceng tidak menampik bahwa ia pernah berbicara dengan nada tinggi kepada Indra. Yang membuat Aceng berbicara dengan nada tinggi itu, karena ada surat pernyataan yang diterima dari mantan Imam Masjid, H Sholihin.

Sebelumnya: Ketua DKM Masjid Polisikan Kadis Damkar Kota Bekasi

Dalam surat tertanggal 19 April 2017 itu dinyatakan, sambung Aceng, Imam masjid sempat mengambil honor daerah (Honda) dari Pemkot Bekasi senilai Rp5 juta. Dengan rincian, Rp3 juta untuk Imam Masjid dan Rp2 juta untuk marbot, tapi diserahkan ke DKM.

Inti dari surat itu, kata Aceng, Imam Masjid hanya mengambil uang di Kecamatan Bekasi Selatan. Namun, uang itu tidak diberikan kepadanya melainkan diberikan kepada DKM karena diminta Indra.

Pada tahun 2017, sepengetahuan Aceng, Imam Masjid juga menerima bantuan serupa berdasarkan informasi yang diperolehnya.

“Untuk Ustaz Anwar yang tahun ini, karena rencananya mau transfer rekening dari Pemda ke Ustaz itu, dia (Indra) sudah ngomong, wanti – wanti, nanti kalau turun bantuan masjid serahin ke saya ya, ke DKM, karena anda sudah dapat gaji dari DKM,” ucapnya.

Dirinya menyayangkan hal tersebut. Menurutnya, apa yang menjadi hak dari imam dan marbot harus diberikan. Atas hal tersebut Aceng mengaku sempat bernada tinggi kepada Indra.

“Kalau hak – hak orang kecil tidak ada yang dengerin, lantas siapa yang mau peduli. Wajar kalau saya bicara agak tinggi, agak keras, tapi kalau penganiayaan tidak ada, saya jamin. Saya ini paham hukum saya,” tambahnya.

“Indra sudah dikasih tau berkali – kali termasuk oleh ustaz Taufik Pembina, menyangkal. Padahal sederhana menurut saya, klarifikasi, ustaznya panggil, Indranya panggil, gimana?. Minta maaf, selesai. Minta maaf, kembalikan selesai. Nggak usah koar – koar ini fitnah, ini fitnah. Lah kalau ada datanya bilang apa ?. Masa fitnah juga,” tuturnya.

Sebelumnya, Aceng dilaporkan ke Polres Metro Bekasi Kota, Selasa (1/8/2017). Ia dilaporkan karena memukul tangan Ketua DKM Adz – Dzikra, Villa Gallaxy, Indra Soemardjono.

Indra melapor ke Polres Metro Kota Bekasi atas dugaan perbuatan dengan kekerasan dan atau penganiayaan dengan Laporan Polisi / Pengaduan nomor: LP/1256/K/VIII/2017/SPKT/Restro Bekasi Kota tertanggal 1 Agustus 2017.

Dalam LP tersebut disampaikan bahwa terlapor ialah Aceng Solahudin. Dari informasi yang diterima, diketahui bahwa yang bersangkutan merupakan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi.

Indra menceritakan kronologis kejadian tersebut, pada tanggal 10 April 2017 Aceng memanggil Indra tentang adanya aduan terkait bantuan insentif Pemkot Bekasi untuk kesejahteraan imam masjid.

(neo/pj/gob)



loading...

Feeds

20171121_095837

Kenangan Terakhir dengan Laila Sari

MASIH belum hilang kenangan terakhir Darsih bersama kakaknya, almarhumah Laila Sari. Terlebih, sebelum sang kakak mengembuskan nafas terakhirnya, dia masih …
PPP Tetap Komit Dukung Rahmat Effendi

Sholihin Kokoh Didukungan 17 Kursi

KETUA DPC PPP Kota Bekasi, Sholihin mendapat dukungan lima partai untuk maju pada Pilkada Kota Bekasi 2018 mendatang. Partai-partai tersebut …