SMAN 10 Bekasi Terapkan Sistem Poin

Polisi dan guru memeriksa tas siswa SMAN 8 Bekasi, Senin (27/3/2017). (Foto: Ist)

Polisi dan guru memeriksa tas siswa SMAN 8 Bekasi, Senin (27/3/2017). (Foto: Ist)

SMA Negeri 10 Medansatria Kota Bekasi akan kembalikan siswanya ke orang tua jika poin kesalahan mencapai 100. Hal ini disampaikan oleh Wakasek Kesiswaan, Yusrial kepada gobekasi.co.id Selasa (1/8/2017).

Dari 360 Siswa baru yang terdiri dari 10 kelas tersebut membuat pihak sekolah memberikan pengawasan ektra. Pasalnya banyaknya perpeloncoan di lingkungan sekolah yang marak terjadi saat in membuat SMA Negeri 10 Kota Bekasi menjaga penuh anak didiknya dari perbuatan terlarang tersebut.

“Kita punya banyak peraturan disini, dari peraturan berseragam, berprilaku dan ketika proses belajar mengajar,” paparnya.

Pria yang akrab disapa Yusrial ini menuturkan dengan total siswa kelas IPA 7 kelas dan IPS 3 kelas ini pihaknya mampu memberikan pengenalan, sehingga anak didiknya tersebut dapat beradaptasi dengan peraturan yang sudah ada di lingkungan SMA Negeri 10 Kota Bekasi.

“Dengan jalur Prestasi 10 persen, afirmasi 20 persen dan zonasi 10 persen ini mampu menghasilkan 10 kelas yang diisi 36 orang tersebut kami selalu memberikan pemapararan mengenai peraturan yang ada,” ungkapnya.

“Point-pointnya pun beragam dari 10, 30,50 Dan 100, Namun jika sudah sampai 100, akan kami kembalikan ke orang tuanya (dikeluarkan),” sambungnya.

Dirinya berharap dengan masuknya siswa-siswi di tahun ajaran baru ini dapat bisa bersinergi dengan peraturan yang ada, bukan hanya itu proses belajar mengajar yang sampai jam 14.45 WIB ini bisa memberikan bekal yang baik bagi anak-anak kelak nanti setelah Lulus.

“Kami berharap anak-anak murid baru bisa mentaati peraturan yang Ada di SMA Negeri 10, karna peraturan ini juga bertujauan agar anak-anak terbiasa dengan peraturan, jadi ketika mereka lulus,mereka tidal kaget dengan peraturan yang ada di dunia kerja ataupun perguruan tinggi,” tandasnya (Dyt/gob)



loading...

Feeds