Dishub Tanggapi Penghentian Kelola Parkir Masjid: Ada Konflik Internal

TARIF BARU: Tarif parkir di pinggir jalan akan dikenakan harga baru. Saat ini DPRD masih menggodok sejumlah retribusi, termasuk parkir.RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

TARIF BARU: Tarif parkir di pinggir jalan akan dikenakan harga baru. Saat ini DPRD masih menggodok sejumlah retribusi, termasuk parkir.RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

DINAS Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi, menanggapi penghentian pengeloaan parkir di Masjid Ad-Dzikra.

“Ada konflik internal di DKM Masjid Ad-Dzikra,” kata Kepala Dishub Kota Bekasi, Rabu (2/8/2017) kepada GoBekasi.co.id.

Konflik dimaksud adalah soal transparansi pengelolaan keuangan dari penarikan retribusi parkir oleh pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Ad-Dzikra.

“Ya terpaksa harus kita hentikan, sampai menyelesaikan permasalahan di internal,” tutur Yayan.

Lagipula kata Yayan, Kota Bekasi telah mengatur titik parkir yang boleh dikenakan tarif.

Seperti Peraturan Daerah (Perda) Kota Bekasi nomor 03 Tahun 2010 tentang Pajak Parkir.

Baca Juga: Pengelolaan Parkir di Masjid Ad-Dzikra Dihentikan Dishub, Lho?d

Sebagaimana pasal 3 yang tidak termasuk dalam penyelenggaraan tempat parkir adalah tempat pemakaman, pendidikan, dan sarana ibadah.

Yayan memproyeksikan, pengelolaan parkir di masjid tidak saja terjadi di Masjid Ad-Dzikra.

Namun juga, terjadi di masjid-masjid lain yang ada di Kota Bekasi. Hanya saja, ia mengaku tidak mengetahui jumlah masjid yang memberatkan biaya parkir.

“Pengelolaan biaya parkir tidak masuk PAD (pendapatan asli daerah). Karena memang dalam Perda tidak ada. Mereka hanya menggunakan untuk keperluan masjid,” tandas Yayan. (kub/gob)



loading...

Feeds