Curhatan Office Boy DPRD Kabupaten Bekasi

Gandi Supriyadi sedang membersihkan lantai Gedung DPRD Kabupaten Bekasi.

Gandi Supriyadi sedang membersihkan lantai Gedung DPRD Kabupaten Bekasi.

GANDI Supriyadi. Lelaki asal Bekasi ini mulai menjadi OB sejak Gedung DPRD Kabupaten Bekasi berdiri.

Sejak pertama kali bekerja di gedung wakil rakyat hingga kini, banyak suka duka yang ia alami. Mulai dari gaji yang minim hingga tidak adanya jaminan kesehatan.

Sebagai office boy seringkali dipandang sebelah mata oleh sebagian orang. Padahal, tenaga mereka tetap dibutuhkan. Mulai dari bersih-bersih hingga pekerjaan yang kecil sekalipun.

Gandi tidak memiliki cita-cita menjadi OB. Ia menjalani pekerjaan ini sebelumnya hanya sebagai batu loncatan sebelum bekerja di perusahaan. Namun karena usia yang terus bertambah dan sulitnya mendapat pekerjaan, ia pun tetap menjadi OB di gedung DPRD.

Sebelum menjadi OB, Gandi merupakan petugas keamanan gedung DPRD. Namun karena ketika gedung DPRD selesai dibangun, ia memutuskan menjadi OB.

“Sebelumnya, belum ada OB waktu gedung dewan jadi, awalnya juga saya jadi keamanan gedung ikut orang tua saya yang memang menjadi kuli bangunan bikin gedung DPRD Kabupaten Bekasi,” ungkapnya.

Gedung DPRD Kabupaten Bekasi berdiri pada 2002 lalu. Kata Gandi, saat itu hanya ada dua orang OB. Saat peralatan dan isi dari gedung DPRD mulai banyak, ia mulai bekerja di gedung tersebut.

“Nah saya baru beres- beres peralatan dan mulai ramai banyak anggota dewan yang datang ngantor di gedung baru,” ucapnya.

Menjalani pekerjaan apapun pasti ada suka dukanya. Begitu juga yang dialami Gandi. Selama menjadi OB, sudah banyak kisah dan pengalaman yang ia dapatkan. Namun dari sekian banyak cerita, kata dia, paling banyak ialah dukanya.

“Kalau suka dukanya banyak, lebih banyak dukanya,” katanya.

(dho/pj/gob)



loading...

Feeds