IMI Dinilai Terlalu Fokus pada Gokart

Ketua KONI Kabupaten Bekasi, Romli

Ketua KONI Kabupaten Bekasi, Romli

IKATAN Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Bekasi memetakan kekuatan lawan setelah menerima technical hand book Porda XIII Jawa Barat 2018. Atlet balap juga akan dipersiapkan dengan melakukan seleksi.

Sekretaris IMI Kabupaten Bekasi, Ari Anggoro, mengatakan pemetaan kekuatan lawan dengan cara melihat dan kemampuan lawan dan mengkoreksinya. Jika melihat dari buku panduan, kata dia, lawan yang diuntungkan ialah Kota Tasikmalaya dan Bandung, karena mereka memiliki venue latihan.

“Dari buku panduan ini sudah jelas dari mulai batasan usia, jumlah peraihan medali hingga berapa jumlah mata pertandingan. Dari sini bisa kelihatan juga mana lawan yang harus diwaspadai,” ujarnya.

Di Porda nanti, kata Ari, kemungkinan ada lima medali emas yang diperebutkan. Ia mengaku masih meraba kekuatan pebalap Kabupaten Bekasi sebelum tampil di pesta olahraga tingkat Jawa Barat nanti.

“Saya optimis bisa mempertahankan juara umum. Kita saat ini masih seleksi atlet. Buku panduan Porda untuk balapan motor sudah diterima dan kita sudah menginjak tahap seleksi atlet,” katanya.

Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Bekasi, Romli, mengakui cabang olahraga IMI belum maksimal jika dibanding cabang olahraga lainnya.

“IMI terlalu fokus pada gokart di sekitar Komplek Stadion Wibawamukti, kan itu gak ada kaitannya sama Porda, meramaikan saja area stadion,” katanya.

Seharusnya, lanjut Romli, setiap pengurus cabang olahraga sudah mematangkan atlet andalannya sebelum pemusatan latihan.

“Bagusnya udah fiks karena akan dihadapkan dengan Babak Kualifikasi,” ucapnya. (dan/pj/gob)



loading...

Feeds