Dana Haji untuk Infrastruktur, Amin Rais Prihatin, Alasannya…

(Ilustrasi) Jam'ah Haji Kelompok Terbang(Kloter) 1 asal kabupaten Tasikmalaya dengan jumlah 446 sudah tiba di tanah suci dan di embarkasih Bekasi, Jawa Barat Selasa (29/9) siang tadi. (Foto: Muhammad Lukman/GoBekasi.co.id)

(Ilustrasi) Jam'ah Haji Kelompok Terbang(Kloter) 1 asal kabupaten Tasikmalaya dengan jumlah 446 sudah tiba di tanah suci dan di embarkasih Bekasi, Jawa Barat Selasa (29/9) siang tadi. (Foto: Muhammad Lukman/GoBekasi.co.id)

Mantan Ketum PP Muhammadiyah, Amien Rais merasa prihatin terkait wacana penggunaan dana haji untuk pembangunan infrastruktur.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, wacana tersebut muncul beberapa waktu lalu saat pelantikan Badan Pelaksana Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Amien Rais mengatakan, ia merasa prihatin karena dana haji merupakan dana keagamaan. Jadi, menurutnya tidak tepat jika digunakan untuk pembangunan infrastruktur.

“Saya ikut prihatin, mengapa Pemerintah Jokowi itu semena – mena dengan uang keumatan. Dana haji itu dana keagamaan, dana untuk kesejahteraan haji, bukan untuk digunakan infrastruktur,” katanya saat ditemui di Kota Bekasi, Minggu (30/7/2017).

Mantan ketua MPR RI ini menyatakan, rencana pemerintah menggunakan dana tersebut untuk infrastruktur juga dinilai melukai hati umat Islam. Apalagi, menurut Amien, jika melihat sejumlah hal yang dilakukan oleh pemerintah kepada para ulama.

Pria yang hadir dalam kegiatan Silaturahmi Keluarga Besar Muhammadiyah Kota Bekasi di Komplek Perguruan Muhammadiyah itu justru menyarankan agar pemerintah kembali meminjam uang ke Cina.

“Sebaiknya kita kembali lah pinjam uang ke Cina sana. Jadi ini menurut saya melukai umat Islam sudah mendapatkan ulamanya di kriminalisasi, umat Islam diperlakukan tidak senonoh dan kemudian uangnya diambil,” paparnya.

Ia mengharapkan supaya pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kala tidak benar – benar menggunakan dana haji tersebut untuk pembangunan infrastruktur.

“Jadi kalau bisa, tolong walaupun itu sudah diputus, dibatalkan ya,” tutup pria yang juga dikenal sebagai tokoh reformasi ini.

(neo/pj/gob)



loading...

Feeds