Persikasi Terancam Gagal Berlaga di Liga 3

Skuad Persikasi. (Foto: Radar Bekasi)

Skuad Persikasi. (Foto: Radar Bekasi)

IMBAS ketidak mampuan manajemen lama Persikasi dibawah nakhoda Aruman, diprediksi bakal berdampak pada persiapan Persikasi di Liga 3.

Pasalnya hingga saat ini belum ada kejelasan siapa yang akan bertanggung jawab terhadap tim Liga 3 Persikasi usai mundurnya Aruman dari Persikasi.

Ketua Laskar Bendo Item, Suryana Kusnadi alias Cingik menjelaskan, ketidak mampuan Manajemen Persikasi dan Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Bekasi dalam menghadapi liga sudah terlihat.

Selain seleksi tim terkesan asal-asalan, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bekasi juga sudah mendengar langsung ketidak mampuan Pimpinan Persikasi, Aruman, yang sementara ini menyerahkan ke Ketua KONI Kabupaten Bekasi, Romli.

“Carut marut Persikasi U-23 bukti nyata bahwa Aruman tidak laik memimpin Persikasi. Persiapan yang mepet dan minim, seleksi yang asal asalan, sudah dekat pertandingan justru menyerah. Aruman mestinya bertanggungjawab atas segala kondisi. Jangan pas enaknya aja pegang tim,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Jumat (28/7/2017).

Pihaknya mengaku, bobroknya manajemen Persikasi dibawah kepemimpinan Aruman harus dibenahi dengan memunculkan manajemen baru termasuk perubahan pengurus Askab PSSI Bekasi.

“Dengan mundurnya Aruman, masyarakat Kabupaten Bekasi sangat bersyukur, dan mempersilahkan Aruman angkat kaki dari Persikasi,”tegasnya

Namun disayangkan imbas mundurnya Aruman mendekati kick off Liga 3 akan berdampak pada Persikasi.

“Kalau kayak gini Persikasi U-23 bisa saja tidak bisa ikut liga 3,” tuturnya.

Dilain tempat, pemerhati sepak bola Kabupaten Bekasi, Jaut Sarja Winata sependapat dengan barisan bendo item. Bagi eks Humas Persikasi itu, liga 3 harus punya target dan bukan hanya sekedar partisipasi

“Ini kebiasaan pola lama yang di lakoni persikasi dalam setiap ajang kompetisi. Bagaimanapun itu akan menyedot dana dari rakyat jika memang gak punya target lebih baik absen gak usah ikut liga 3 lebih baik dananya untuk membangun gedung musholah atau mesjid,” jelasnya.

Seharusnya kata dia, persiapan yang matang ditunjang dengan pelatih dan pemain profesional. Namun saat ini, Persikasi tidak memiliki target yang jelas.

“Sekiranya gak mampu lebih baik mundur atau gak usah ikut liga 3 PSSI,”tegasnya

Menurutnya, putaran liga 3 ini bukan turnamen dadakan yang di gelar PSSI. Tapi ini sudah jauh hari di gulirkan sebagai langkah untuk menaikan kasta persepakbolaan dari masing-masing klub se- Indonesia.

”Jadi mestinya persikasi sudah dari jauh-jauh hari sudah siap menghadapi putaran liga ini,” bebernya.

Baginya, keikutsertaan saat ini dalam liga tiga, hanya akan memperburuk keadaan persikasi dikemudian hari. Jika tidak ada target yang jelas, ditambah di isi dengan pengurus yang tidak komitmen maka akan mencoreng nama daerah.

“Masih ada waktu lah kalo mau bener-bener serius mah,” tandasnya.

Pantauan Radar Bekasi, dilapangan yang biasa dilakukan latihan Persikasi di Stadion Mini Tambun kemarin tidak terlihat skuad Persikasi berlatih. Padahal kick off tinggal hitungan pekan.

(dan/pj/gob)



loading...

Feeds