Kunjungi Cikarang, Jokowi Berpesan kepada SMK Jangan Terjebak dengan Kurikulum Lama

Presiden Joko Widodo membagi-bagikan buku dan kerudung di Masjid jami Al Hasanah, Cikarang Selatan, Jumat (28/7).  (Foto: Radar Bekasi)

Presiden Joko Widodo membagi-bagikan buku dan kerudung di Masjid jami Al Hasanah, Cikarang Selatan, Jumat (28/7). (Foto: Radar Bekasi)

KEMENTRIAN Perindustrian (Kemenperin) meluncurkan program Pendidikan Vokasi Industri. Program ini bertujuan menghasilkan tenaga kerja terampil dan meningkatkan kinerja sektor industri dalam negeri. Selain SMK, program ini juga melibatkan pondok pesantren (Ponpes).

“Saya senang sekali industri bekerjasama dengan Ponpes, saya senang sekali bahwa SMK sudah bekerjasama dengan industri,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan sambutan di acara peluncuran program Pendidikan Vokasi Industri, di PT Astra Otoparts Tbk, Kawasan Greenland Internasional Industrial Center (GIIC), Cikarang Pusat, Jumat (28/7/2017).

Dalam kesempatan itu, Jokowi mengajak SMK di seluruh Indonesia tidak terjebak pada kurikulum lama. Jurusan yang sudah ada perlu dikembangkan lagi dan dirinci sehingga lebih mudah terserap dunia kerja.

“Jangan sampai kita terjebak pada kurikulum-kurikulum lama,” katanya.

Bila SMK dan pondok pesantren konsisten melakukan pendidikan seperti ini, Jokowi optimistis pada 2040 hingga 2045 kelak Indonesia akan menjadi negara yang masuk empat besar ekonomi terkuat se-dunia.

“Saya ingin agar BUMN kita, swasta-swasta juga, mau bekerjasama dengan Ponpes, dengan SMK,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Jokowi berpesan kepada siswa SMK dan santri agar belajar dengan rajin. “Sehingga posisi-posisi yang penting dalam perusahaan betul-betul bisa kita pakai untuk memajukan negara yang kita cintai,” katanya.

Sementara itu, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, mengatakan Provinsi Jawa Barat menjadi pilihan tahap ketiga, setelah program ini sukses digelar di Jawa Timur serta Jawa Tengah dan Yogyakarta. Pelaksanaan Program Vokasi Industri didasarkan pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016.

Pada tahap I dan II, Kemenperin melibatkan 167 industri dan 626 SMK untuk wilayah Jawa Timur serta Jawa Tengah dan Yogyakarta.‎ Sementara untuk wilayah Jawa Barat, Kemenperin menggandeng 141 industri dan 393 SMK dengan dilakukan penandatanganan mencapai 800 perjanjian kerja sama.

Pondok pesantren yang diajak kerjasama dalam program ini adalah Pondok Pesantren Nurul Iman dan Sunan Drajat.

(dho/pj/gob)



loading...

Feeds

20171121_095837

Kenangan Terakhir dengan Laila Sari

MASIH belum hilang kenangan terakhir Darsih bersama kakaknya, almarhumah Laila Sari. Terlebih, sebelum sang kakak mengembuskan nafas terakhirnya, dia masih …
PPP Tetap Komit Dukung Rahmat Effendi

Sholihin Kokoh Didukungan 17 Kursi

KETUA DPC PPP Kota Bekasi, Sholihin mendapat dukungan lima partai untuk maju pada Pilkada Kota Bekasi 2018 mendatang. Partai-partai tersebut …
JPNN

Shireen Sungkar Minta Doa Masyarakat

PASANGAN artis Shireen Sungkardan Teuku Wisnu belum lama ini merayakan ulang tahun pernikahan mereka yang keempat. Di momen spesial ini, …