Soal Uang Seragam Jutaan Rupiah, SMPN 7 Kota Bekasi Tanggapi Begini…

SMPN 7 Kota Bekasi. Foto: Istimewa

SMPN 7 Kota Bekasi. Foto: Istimewa

KEPALA SMPN 7 Kota Bekasi, Markum, membantah kalau sekolahnya memaksakan orangtua murid membeli seragam sekolah di koperasi. Malahan, ia mengaku kalau sudah ada tiga anak yatim yang dibebaskan administrasi seragam.

Tiga yatim yang dibebaskan dari administrasi seragam sekolah adalah Alza Aulia dari kelas 7.2, Reval Rivansi kelas 7.3, dan Viar Apriani Pribadi dari kelas 7.4, di SMPN 7 Kota Bekasi.

“Dah saya komunikasi dengan koperasi, dari petugas koperasi tidak memaksakan kepada orangtua secara sekaligus. Tetapi, secara bertahap sesuai kemampuan, dan ada anak yatim yang sudah dibebaskan dari bayaran uang pakaian seragam,” papar dia, Kamis (27/7/207) kepada GoBekasi.co.id.

Sementara itu, pengurus koperasi sekolah, Iin Irnawati, membenarkan kalau administrasi seragam sekolah diakomodir melalui koperasi sekolah.

Baca Juga: SMPN 7 Kota Bekasi Tarik Uang Seragam sampai Jutaan, Orangtua Menjerit!

Kendati demikian, ia menampik jika pihak sekolah mewajibkan orangtua murid membeli seragam di koperasi sekolah. Sejatinya, kata Iin penyediaan koperasi sekolah hanya untuk mempermudah orangtua murid.

“Kita tidak memaksa. Bagi yang ingin membeli diluar silahkan,” kata Iin sambil mengabadikan identitas wartawan diruang guru.

Dorojatum menambahkan, kalau harga seragam dijual dengan harga relatif murah Rp 150 ribu. Harga tersebut menurutnya lebih murah ketimbang di pasaran.

“Harga seragam hanya Rp 150 ribu, murah kok. Ketimbang dipasaran,” timpalnya.

Ketika disinggung terkait dasar hukum pihal sekolah menjual perlengkapan sekolah, lima orang guru yang merupakan pengurus koperasi SMPN 7 Kota Bekasi, enggan berkomentar lebih jauh.

Bahkan, kelima pengurus koperasi sekolah tersebut seperti menganggap penjualan seragam merupakan hajatan pada tahun ajaran baru. (kub/gob)



loading...

Feeds

(Ilustrasi) Salah satu korban kecelakaan di rumah sakit, Kamis (12/1/2017). (Foto: Nur)

Ngeri… 3 Orang Meninggal Tiap Jam Akibat Kecelakaan

DATA Kepolisian menyebut rata-rata ada tiga orang meninggal setiap jam akibat kecelakaan. Besarnya jumlah kecelakaantersebut disebabkan oleh beberapa faktor. Yakni 61 persen kecelakaan disebabkan …
Peserta Aksi 171717 di Masjid Al Barkah, Kamis (17/8/2017). (Foto: Ist)

Warga Kota Bekasi Kompak Ikut Aksi 171717

DOA Bersama dengan tajuk 171717 Indonesia lebih kasih sayang terselenggara di Kota Bekasi. Sejumlah rumah ibadah dari berbagai agama menyelenggarkan …