Nah Lho, Disdik Belum Keluarkan Surat Edaran tentang Penjualan Seragam di Sekolah

Seragam Sekolah yang diperjual belikan di Pasar Wisma Asri, Bekasi Utara. Foto: Istimewa/GoBekasi

Seragam Sekolah yang diperjual belikan di Pasar Wisma Asri, Bekasi Utara. Foto: Istimewa/GoBekasi

DINAS Pendidikan Kota Bekasi, menyayangkan penjualan seragam di SMPN 7 Kota Bekasi. Apalagi, seragam tersebut dibandrol dengan harga yang cukup mahal sehingga memberatkan orangtua murid.

Mendapat kondisi tersebut, Dinas Pendidikan Kota Bekasi pun geram. Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Krisman Irwandi, mengaku kalau lembaganya belum pernah mengeluarkan surat edaran terkait penjualan seragam di lingkungan sekolah.

Krisman menyangkan, jika sejumlah sekolah telah berani menjual seragam dengan mengatasnamakan koperasi sekolah.

Baca Juga: SMPN 7 Kota Bekasi Tarik Uang Seragam sampai Jutaan, Orangtua Menjerit!

“Saya akan kumpulkan seluruh kepala sekolah. Karena, sampai saat ini Disdik belum pernah mengeluarkan surat edaran tentang seragam sekolah,” kata Krisman, Kamis (27/7/2017).

Dinas Pendidikan Kota Bekasi, lanjut Krisman, berencana mengkaji kegiatan tersebut. Jika seragam sekolah menjadi kebutuhan, maka hal itu akan dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi.

“Kita kaji, kalau memang dibutuhkan, otomatis pakai APBD. Tapi saya minta jangan dulu menjual seragam sekolah sepanjang belum ada kajian dan dasar hukumnya,” tegas Krisman.

Baca Juga: Soal Uang Seragam Jutaan Rupiah, SMPN 7 Kota Bekasi Tanggapi Begini…

Menurutnya, selama ini Pemerintah Kota Bekasi hanya mampu menggratiskan biaya pendidikan saja. Sedangkan keperluan pribadi bagi peserta didik belum diatur dalam peraturan wali kota (Perwal).

“Kalau kebutuhan pribadi siswa seperti seragam atau keperluan lainnya belum dibiayai pemerintah, dan memang itu masih menjadi tanggungjawab orangtua murid,” tandas Krisman. (kub/gob)



loading...

Feeds