Ada ‘Bakso Selimut Janda’ di Bekasi Timur, Apaan Tuh?

Banyaknya kuliner Bakso di Kota Bekasi membuat  Pondok Bakso Babe Tiyo 97 memperbaharui menu bakso unik, yaitu bakso selimut janda. Bakso tersebut dibalut dengan telur di luar seperti selimut, bagaimana tidak unik, telur yang biasanya ada didalam bakso kini di sulap berada diluar bakso.

Anak Pemilik Pondok Bakso Babe Tiyo  97 Septio Tulus Pranoto mengatakan, berdiri selama 21 tahun, Pondok baso babe Tiyo 97 yang berlokasi KH Martono depan mall BTC Bekasi Timur ini mempunyai menu Bakso Selimut Janda.

“Jadi bakso selimut janda ini adalah menu bakso baru kami, yang mana tampilannya adalah bakso urat yang diselimuti oleh telur, dan didalam baksonya juga ada potongan cabai dan daging urat yang pedas, jadi pas lah sama lidah orang Indonesia yang suka pedas, “ujarnya kepada gobekasi.co.id Rabu (26/7/2017).

Laki-laki yang akrab disapa Tiyo ini memberanikan diri untuk bersaing bisnis dengan pedagang bakso lainya, karena kata Tiyo, siapa lagi yang akan meneruskan usaha orang tuanya tersebut.

“Sampai saat ini kita hanya mempertahankan 2 menu saja yaitu bakso dan mie ayam, adapun menu dari bakso itu adalah bakso biasa, bakso telur dan bakso urat, sedangkan untuk mie ayamnya ada mie ayam bakso biasa, mie ayam bakso telur, mie ayam bakso urat dan baru baru ini adalah mie ayam bakwan, mie ayam bakwan telur dan mie ayam bakwan urat,” paparnya.

Dirinya menuturkan dari usaha Bakso Pondok Bakso Babe Tiyo bisa meraup omzet harian hingga mencapai 5 juta rupiah. Sementara untuk menu dari dulu hingga kini yang sangat sering digemari oleh pelanggannya adalah menu bakso urat, karena sudah menjadi ciri khas dari Pondok Bakso Babe Tiyo 97 di mana uratnya tersebut dibalut dengan adonan daging bakso.
Untuk harga perporsi bakso di Pondok Bakso Babe Tiyo 97 membandrol mulai dari Rp10 ribu sampai dengan harga Rp25 ribu. Selain harga yang relatif murah, Konsep ruangan Pondok Bakso Babe Tiyo 97 pun unik, dibuat seperti pameran lukisan dan tulisan, membuat kesan elegan bagi siapapun yang datang untuk makan bakso.

“Sebenernya kalo konsepnya sendiri itu cuma pengen bikin kesan pengunjung aja bahwa warung bakso itu bukan identik cuma sekedar beli bakso terus makan abis itu pulang, jadi walaupun udah bapak-bapak atau ibu-ibu makan disini juga berasa kesannya muda lagi gitu, bukan cuma itu kita juga memajang kata-kata yang dibingkai dengan tujuan membuat bmotivasi bagi yang makan bakso di pondok bakso babe Tiyo 97,” tutupnya (Dyt/gob)



loading...

Feeds