Bahaya… Pelajar Kabupaten Bekasi Pilih Konsumsi Narkoba Murah

Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Wakil Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja memusnahkan narkoba jenis pil eksimer yang biasa dikonsumsi pelajar, di Gedung Serbaguna, Komplek Stadion Wibawamukti, Selasa (25/7). Foto:Raiza/Radar Bekasi

Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Wakil Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja memusnahkan narkoba jenis pil eksimer yang biasa dikonsumsi pelajar, di Gedung Serbaguna, Komplek Stadion Wibawamukti, Selasa (25/7). Foto:Raiza/Radar Bekasi

PENYALAHGUNAAN narkoba di Kabupaten Bekasi sudah menyasar usia pelajar. Biasanya, kalangan pelajar mengkonsumsi narkoba jenis pil eksimer, tramadol hingga menghirup aroma lem.

Menurut Kasatserse Narkoba Polrestro Bekasi, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKPB) Ahmad Fanani Eko Prasetya, jenis pil eksimer dan tramadol, serta lem aibon merupakan yang digunakan dalam usia anak-anak.

 ”Narkoba itu kan banyak jenisnya. Seperti sabu, ganja dan pil ekstasi harganya cukup mahal, sehingga tidak terjangkau oleh usia anak-anak yang berada di tingkat SMP. Jadi mereka bermain dengan lem dan obat penenang seperti pil eksimer dan tramadol,” kata Kasar Narkoba Polres Metro Bekasi, AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya di sela peringatan Hari Anti Narkoba Internasional di Gedung Serbaguna, Komplek Stadion Wibawamukti, Selasa (25/7/2017).

Kata Ahmad, untuk kasus pengguna narkoba dari kalangan anak-anak yang sudah dipidana berjumlah sekitar 20 orang. Kebanyakan mereka kedapatan menyalahgunakan narkoba jenis ganja dan sabu.

”Obat tersebut sebenarnya untuk kesehatan, tapi untuk membelinya perlu dilengkapi surat keterangan dokter ketika membeli di apotek. Sedangkan lem fungsinya sebagai pelekat barang, tapi disalahgunakan oleh anak-anak sehingga menjadi mabuk,” terangnya.

Ahmad mengaku seringkali memberi pembinaan dan mensosialisasikan soal bahaya narkoba di sekolah saat peringatan hari-hari besar. Namun untuk memberantas penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar, kata dia, perlu ada peran dari orang tua dan keluarga.

”Kalau kita dari kepolisian selalu melakukan operasi narkoba di jalan dan melakukan penangkapan kepada pengguna narkoba di kalangan orang dewasa beserta pengedarnya,” katanya.

”Oleh sebab itu masyarakat perlu memperhatikan perubahan sikap pada anak. Karena kalau sudah terpengaruh dengan narkoba biasanya perilaku anak mulai berubah, dan mempunyai zona kenyamanan sendiri tanpa keluarga,” tambahnya.

(and/pj/gob)



loading...

Feeds

20171121_095837

Kenangan Terakhir dengan Laila Sari

MASIH belum hilang kenangan terakhir Darsih bersama kakaknya, almarhumah Laila Sari. Terlebih, sebelum sang kakak mengembuskan nafas terakhirnya, dia masih …
PPP Tetap Komit Dukung Rahmat Effendi

Sholihin Kokoh Didukungan 17 Kursi

KETUA DPC PPP Kota Bekasi, Sholihin mendapat dukungan lima partai untuk maju pada Pilkada Kota Bekasi 2018 mendatang. Partai-partai tersebut …
JPNN

Shireen Sungkar Minta Doa Masyarakat

PASANGAN artis Shireen Sungkardan Teuku Wisnu belum lama ini merayakan ulang tahun pernikahan mereka yang keempat. Di momen spesial ini, …