Simak Nih… 5 Cara Pilih Daging Sehat dan Berkualitas

Petugas Disperindagsar Kabupaten Bekasi memeriksa kandungan formalin di daging ayam yang dijual di Pasar Baru Cikarang, Selasa (21/6/2016). (Foto: Rezza Rizaldi/GoBekasi)

Petugas Disperindagsar Kabupaten Bekasi memeriksa kandungan formalin di daging ayam yang dijual di Pasar Baru Cikarang, Selasa (21/6/2016). (Foto: Rezza Rizaldi/GoBekasi)

MASIH banyak masyarakat yang bingung memilah daging segar dan tidak segar. Namun jangan takut, ternyata memilih daging Sapi dan Ayam yang aman, sehat dan halal tidaklah sulit.

Konsultan Food and Agriculture (FAO), Gunawan memberikan cara sederhana bagi masyarakat yang masih keliru membedakan daging segar dan gelondongan.

Pesan pertama dari Gunawan, masyarakat diharapkan dapat memilih daging yang dalam keadaan tergelantung. Sebab kata dia, dari situ masyarakat bisa membedakan antara daging segar dan gelondogan.

Bila daging yang dalam keadaan tergantung dan kedapatan air yang menetes, Gunawan memastikan kalau daging tersebut adalah daging gelondongan.

Cairan itu berwarna merah menyerupai darah. Kata Gunawan, itu bukanlah darah melainkan jus atau sari dari daging tersebut.

“Kalau cairan jus tersebut banyak yang keluar, dagingnya jadi tidak ada rasanya dan tidak enak,maka dari itu kami berharap dengan tips tersebut dapat menciptakan pembeli yang cerdas,” kata dia, Kamis (20/7/2017) kepada GoBekasi.co.id.

Cara memilih daging segar dan berkualitas yang kedua adalah, masyarakat dapat membedakan warna daging yang dipasarkan untuk dikonsumsi.

Daging segar kata Gunawan, adalah daging yang berwarna merah cerah dan bukan berwarna lain. Bila daging sudah dalam keadaan merah pudar dan membiru dipastikan adalah daging gelondongan.

“Jangang pilih daging yang tidak merah cerah lagi, itu sudah tidak layak dikunsumsi. Saya sarankan bila perlu masyarakat membeli daging yang dingin atau beku, karena itu dapat mematikan bakteri,” ujarnya.

Lanjutnya, untuk cara ketiga memilih daging segar adalah dengan melihat tekstur daging tersebut. Bedanya daging segar dan gelondongan secara tekstur adalah kekenyalanya.

Agar tidak keliru, langkah terbaik adalah dengan mencubit daging yang sudah dipilih. Bila daging mengelupat dan kempes dipastikan daging tersebut adalah gelondongan.

“Sementara kalau daging segar tidak mengeluarkan bau yang tidak sedap. Kalau bau, itu sudah dipastika tidak layak konsumsi,” pesan Gunawan keempat.

Kelima adalah, masyarakat tidak memilih daging yang sudah dalam kemasan styrofom berbungkus plasitik wrap yang menampakan cairan.

“Kami sangat menghimbau kepada masyarakat dalam membeli daging harus lebih cerdas, karna jika makanan yang dikonsumsi tidak sehat, maka akan berakibat fatal terhadap kesehatan,” tandas Gunawan. (dyt/gob)



loading...

Feeds