BMPS Kota Bekasi Tolak Rencana Penambahan Rombel

(Ilustrasi) Mengurus PPDB di Kelurahan. (Foto: Yakub/GoBekasi)

(Ilustrasi) Mengurus PPDB di Kelurahan. (Foto: Yakub/GoBekasi)

DI sisi lain, penolakan rencanan penambahan rombel juga tak kalah derasnya. Bahkan, Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Bekasi mengadu langsung kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar). BMPS Kota Bekasi menyerahkan dokumen penolakan melalui BMPS Jabar, di Bandung, Selasa (18/7/2017) lalu.

Sejauh ini BMPS memang paling getol atas penolakan rencana penambahan rombel SMA dan SMK Kota Bekasi. Penambahan rombel terindikasi adanya pelanggaran karena Perwal tak sejalan dengan Permendikbub dan Peraturan Gubernur (Pergub).

Dari dua aturan tersebutm menyebutkan setiap rombel diisi oleh 36 pelajar. Sementara, Kota Bekasi ngotot menginginkan 40 siswa per rombel. Bahkan, Wali Kota Rahmat Effendi sudah melayangkan surat permohonan penambahan rombel agar dapat digolkan oleh Pemprov Jabar.

“Kami dapat informasi bahwa Wali Kota Bekasi sudah melayangkan surat resmi kepada Gubernur Jabar terkait hal tersebut. Oleh karena itu BMPS Kota Bekasi secara tegas menolak hal tersebut karena ada indikasi pelanggaran, karena Pergub yang ada sudah mengacu pada Permen,” jelas Ketua BMPS Kota Bekasi, Ayung.

Terpisah, kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Ali Fauzi mengakui, pemkot Bekasi sudah melayangkan usulan penambahan rombel ke pemerintah provinsi Jawa Barat. Namun, hingga saat ini pihaknya belum menerima balasan surat tersebut.

“Kita masih menunggu. Namun, apapun keputusannya nanti pemerintah Kota Bekasi akan mengikuti. Ya, kita hanya mengusulkan adanya penambahan Rombel,”tandasnya.

(yay/pj/gob)



loading...

Feeds