Tol Jakarta-Cikampek Padat Hingga 2019

(Ilustrasi) Gerbang Tol Cikarang Utama, Cikarang Barat Kabupaten Bekasi. Foto: Dokumentasi/GoBekasi

(Ilustrasi) Gerbang Tol Cikarang Utama, Cikarang Barat Kabupaten Bekasi. Foto: Dokumentasi/GoBekasi

PENGGUNA jalan tol diminta mengantisipasi kepadatan yang diprediksi terjadi di beberapa titik di Tol Jakarta-Cikampek (Japek). Kepadatan terjadi lantaran sejumlah proyek pembangunan jalan kembali dilanjutkan.

Setidaknya ada dua proyek pengerjaan yang dilaksanakan di salah satu jalan tol terpadat di tanah air ini.

Kedua proyek yang kembali dilanjutkan ini terdiri dari kegiatan pemeliharaan (rekonstruksi perkerasan dan scrapping filling overlay) serta pembangunan proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II. Sebelumnya, proyek ini ditunda pengerjaannya karena bersaman dengan momentum mudik lebaran.

“Pada periode arus mudik dan arus balik lebaran 2017, seluruh proyek di seluruh koridor Jalan Tol Jakarta-Cikampek menghentikan pekerjaan pembangunan. Namun, terhitung sejak tanggal 6 Juli 2017, pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II elevated sejauh 36 kilometer sudah dimulai pembangunannya di median tengah jalan tol,” kata AVP Coorporate Communications PT Jasa Marga, Dwimawan Heru, beberapa waktu lalu.

Diakui Heru, beban lalu lintas di Tol Japek saat ini sangat tinggi. Kepadatan kerap terjadi di jalan tol dengan lalu lintas harian rata-rata mencapai 590 ribu kendaraan. Dengan angka tersebut, lanjut dia, kondisi arus lalu lintas sangat sensitif terhadap gangguan lalu lintas.

“Bila terdapat gangguan, maka berpotensi terjadinya kepadatan,” katanya.

Pengguna jalan tol diminta mengantisipasi kepadatan yang diperdiksi akan terjadi di sembilan titik yang memanjang mulai dari Cibitung hingga Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi. Kepadatan terjadi karena akan dilakukan rekayasa penyempitan jalan.

Kesembilan titik tersebut yaitu kawasan Cibitung pada kilometer 25+400, 26+200, 27+050, 28, Cikarang Utama 29+700, Cikarang Barat 31+800, 33+100, Cibatu 36+750 dan Cikarang Timur 37+400.

Selanjutnya, pengerjaan pemeliharaan jalan pun akan dilakukan di sejumlah titik. Namun, pemeliharaan jalan ini akan dilakukan pada malam hari mulai pukul 20.00 hingga 05.00. Titik pemeliharan tersebut yakni lajur 1 di KM36, KM50 dan KM52 arah Cikampek, kemudian lajur 1 di KM24 sampai KM28, KM35 sampai KM36, KM53 dan KM20 arah Jakarta.

“Pekerjaan pembangunan proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II ditargetkan selesai pada tahun 2019. Kemudian untuk mempertahankan standar pelayanan minimal jalan tol dan layanan kepada pengguna jalan, Jasa Marga Cabang Jakarta Cikampek melakukan kegiatan pemeliharaan secara bertahap. Rencana pekerjaan pemeliharaan akan dilakukan selama waktu satu minggu ke depan, mulai dari tanggal 16 Juli sampai 23 Juli 2017,” ungkapnya.

Sejumlah kegiatan pengerjan proyek tersebut, diakui Heru, membawa dampak kepadatan arus lalu lintas. Dia pun mencatat banyaknya keluhan dari pengguna jalan tol yang diterima selama semingu ke belakang. Untuk itu pengguna jalan tol disarankan menggunakan jalur alternatif lain guna menghindari kepadatan.

Beberapa jalur alternatif yakni pengguna jalan dari arah Jakarta via jalan tol dalam kota atau tol Japek dapat keluar di Gerbang Tol Jatiwarigin atau Jatibening. Selanjutnya, pengendara dapat melalui jalur arteri Kalimalang atau dapat kembali menggunakan akses Gerbang Tol Bekasi Barat, Bekasi Timur dan Tambun.

Kemudian bagi pengguna jalan dari arah Jakarta melalui Tol JORR, dapat keluar di Gerbang Tol Jatiwarna atau Jatiasih. Selanjutnya melewati jalur arteri Bekasi atau dapat menggunakan akses jalan tol melalui Gerbang Tol Bekasi.

Diharapkan para pengguna tol, kata Heru, dapat mengantisipasi kondisi lalu lintas selama pengerjaan proyek pembangunan. Pihaknya pun, lanjut dia, akan terus memperbarui informasi jalan tol melalui media sosial atau dengan menghubungi layanan telepon PT Jasa Marga.

(dho/pj/gob)



loading...

Feeds