Urusan Uang Sewa Stadion Patriot, 7 Pejabat Pemkot Diperiksa Polda Metro Jaya

Suasana Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Jumat (2/9). Stadion Patriot Candrabhaga yang berkapasitas 30 ribu penonton tersebut siap digunakan untuk pertandingan cabang olahraga sepakbola pada PON XIX Jabar 2016 mendatang. (Dokumentasi/GoBekasi.co.id/)

Suasana Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Jumat (2/9). Stadion Patriot Candrabhaga yang berkapasitas 30 ribu penonton tersebut siap digunakan untuk pertandingan cabang olahraga sepakbola pada PON XIX Jabar 2016 mendatang. (Dokumentasi/GoBekasi.co.id/)

URUSAN uang sewa Stadion Patriot Candrabhaga oleh PT Mitra Muda Inti Berlian (MMIB) selaku perusahaan pengelola manajemen Persija Jakarta dengan Bhayangkara FC dengan Pemerintah Kota Bekasi berujung pemeriksaan aparat hukum.

Mereka yang diperiksa adalah Staf Ahli Wali Kota Bekasi, Muhamad Ridwan, Sekretaris Daerah Kota Bekasi Rayendra Sukarmadji, Kepala Dinas Pendapatan Daerah Aan Suhanda, Kepala Badan Kerja Sama dan Investasi Hanan, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia Kota Bekasi Abdul Rosyad Irwan, Kepala BPKAD Supandi Budiman serta Kepala UPTD GOR Kota Bekasi Endang Tohari.

“Saya menjalani pemeriksaan oleh penyelidik Polda Metro pada Senin (10/7/2017) kaitan dengan tanggung jawab saya sebagai pengelola Stadion Patriot saat itu,” ujar Staf Ahli Wali Kota Bekasi, Muhamad Ridwan, Senin (17/7/2017).

Ridwan mengaku, kalau saat menjalani pemeriksaan polisi saat itu adalah berdasarkan kapasitasnya yang menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda, Olahraga Kota Bekasi sebelum mengalami rotasi ke Staf Ahli Wali Kota Bekasi pada pekan lalu.

Menurut dia, polisi pada saat itu menanyakan tentang penetapan kerja sama penyewaan stadion kepada PT MMIB selaku perusahaan pengelola manajemen klub nasional yang tengah memeperebutkan piala Liga 1 2017.

Dikatakan Ridwan, besaran tarif sewa stadion yang disepakati kedua pihak mencapai Rp 190 juta untuk kerja sama bagi hasil penjualan tiket pertandingan Persija, berikut uang sewa lapangan Rp 52 juta untuk sekali pertandingan.

“Besaran kontribusi bagi hasil penjualan tiket yang diterima Pemkot Bekasi disepakati bersama sebesar 10 persen. Hitungan itu didasari hasil penjualan tiket yang dikelola manajemen Persija sekali bertanding mencapai Rp 1,9 miliar,” katanya.

Dana itu diterima oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Gelanggang Olahraga Kota Bekasi, Endang Tohari, untuk dilaporkan kepada Ridwan dan selanjutnya disetorkan kepada Dinas Pendapatan Daerah dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bekasi.

“Saya tidak pegang uangnya, saya hanya mengetahui saja untuk tanda tangan,” kata Ridwan.

Ridwan juga mengaku belum mengetahui persis pemicu persoalan yang mengakibatkan dirinya dipanggil oleh polisi.

“Dalam surat undangannya, tertulis kepentingannya kaitan dengan kerja sama sewa stadion,” katanya.

Sekda Kota Bekasi Rayendra Sukarmadji mengaku memperoleh sepuluh pertanyaan dari kepolisian terkait persoalan yang sama.

“Pekan lalu saya dipanggil Polda Metro, saya ditanyakan terkait kehadiran saya dalam rapat pembahasan Memorandum Of Understanding (MoU) penyewaan Stadion Patriot Chandrabaga oleh kepolisian,” katanya.

Kepada polisi Rayendra mengakui bahwa dana kerja sama itu sepenuhnya diperuntukan bagi kas Pemkot Bekasi.

“Uangnya masuk ke Pemkot Bekasi. Uang sewa diperuntukkan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang selanjutnya dimanfaatkan untuk pemeliharaan stadion,” tandas Roy sapaan akrabnya. (kub/gob)



loading...

Feeds