DKCB: Pemblokiran Telegram Tepat untuk Langkah Preventif

Illustrasi Telegram. (Foto: Ist)

Illustrasi Telegram. (Foto: Ist)

DEWAN Kota Cerdas Bekasi (DKCB), menilai kalau pemblokiran Telegram adalah langkah yang sangat tepat untuk mencegah penyebaran teror dalam jangka pendek. Namun, tidak untuk jangka panjang.

“Soal konten teror dan negatif, dibandingkan blokir, saya lebih setuju dengan langkah hukum dan edukatif. Bukan blokir permanen,” kata Ketua Bidang Teknologi pada DKCB, Senin (17/7/2017) kepada GoBekasi.co.id.

Hal ini ia katakan menyusul adanyan peraturan UU ITE Pasal 40 yang berisikan Pemerintah wajib melakukan pencegahan penyebarluasan dan penggunaan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang dilarang, sesuai ketentuan Peraturan Perundang-Undangan.

“Apa yang dilakukan Menkominfo sudah seusai untuk langkah preventif pemerintah, menata ulang regulasi Telegram di Indonesia,” ujar Fikri.

Jika berbicara dari sudut pandang positif aplikasi instan messenger, lanjut Fikri, Telegram mempunyai banyak keunggulan. Ini ia akui lantaran dirinya merupakan pengguna aktif Telegram. Kata dia, Telegram dapat berbagi file dengan ukuran lebih besar ketimbang dengan aplikasi lainnya.

Terangnya melanjutkan, Telegram lebih dulu memberikan fitur berbagai file. Sementara aplikasi lainnya seperti WhatsApp baru-baru ini ada fitur berkitim file PDF.

Tidak hanya mengirim pesan, foto, dan video. Fikri mengakatakan kalau Telegram memberikan fitur berkirim file lebih bervariasi, mulai dari doc, zip, mp3, dan lainnya.
“Telegram juga mengizinkan berbagi foto, video, file (doc, zip, mp3, dan lain-lain) dengan ukuran hingga 1,5 GB. Telegram juga bisa menampung member Grup yang lebih banyak menampung,” jelasnya.

Bila aplikasi WhatsApp dapat menampung maksimal 256, berbeda dengan Telegram yang bisa menampung anggota grup hingga 5000 orang.

“Ini bisa dilihat dari sudut pandang positif dalam membangun komunitas kreatif. Saya berharap pemblokiran ini adalah bagian langkah preventif pemerintah dalam menjalin komunikasi dengan Telegram, dan bukan untuk langkah permanen (jangka panjang),” tanadas Fikri. (kub/gob)



loading...

Feeds