Telegram Tawarkan 3 Solusi

TELEGRAM tampaknya tidak mau lama-lama berpolemik dengan pemerintah Indonesia. Supaya aplikasi pesan instan itu tetap bisa berjalan dengan lancari, pendiri Telegram, Pavel Durov menawarkan tiga solusi kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Selain itu, dia juga mengakui ada miskomunikasi dengan lembaga pimpinan Rudiantara itu.

Durov menyampaikan solusi itu melalui kanalnya di Telegram, Durov’s Channel. Pesan disampaikan dalam bahasa Inggris dan bisa diakses secara umum bagi pengguna Telegram. Dia membuka pesan panjangnya dengan judul Some Thoughts on Indonesia dan mengatakan betapa pentingnya Indonesia bagi Telegram.

’’Banyak pengguna baru dari Indonesia, dan sekarang kami punya jutaan pengguna di negara indah itu. Saya juga penggemar berat Indonesia, sudah beberapa kali ke sana, dan punya banyak teman di sana,’’ ujar Durov.

Itulah kenapa, dia merasa kecewa ketika tahu Kemenkominfo dan timnya menyarankan untuk melakukan blokir terhadap Telegram. Kementerian juga sudah menghubungi Telegram atas beberapa kanal yang berkaitan dengan konten terorisme di aplikasi besutannya. Namun, timnya tidak bisa mengatasi masalah itu dengan cepat.

’’Sayangnya, saya tidak menyadari ada permintaan itu dan menyebabkan miskomunikasi dengan kementerian. Untuk memperbaiki situasi ini, kami menerapkan tiga langkah,’’ imbuhnya. Adapun tiga langkah antisipatif Telegram adalah:

1. Kami telah memblokir seluruh kanal yang berkaitan dengan terorisme seperti yang telah dilaporkan oleh Kemenkominfo.

2. Saya mengirim email balik ke Kemenkominfo untuk membangun kanal komunikasi langsung. Itu akan membuat kami bekerja lebih efisien untuk mengidentifikasi dan memblokir propaganda teroris di masa depan.

3. Kami akan membangun tim yang memiliki pengetahuan tentang bahasa Indonesia dan kultur untuk menjadi moderator yang bisa memproses berbagai laporan terkait konten teroris dengan lebih cepat dan akurat.

Pria kelahiran 10 Oktober 1984 itu juga menegaskan kalau Telegram adalah aplikasi pesan instan yang sangat terenkripsi dan berorientasi pada privasi. Meski demiakian, dia menegaskan tidak memiliki teman teroris. Dia juga menyinggung fakta kalau setiap bulan pihaknya telah memblokir ribuan kanal yang berkaitan dengan ISIS melalui @isiswatch.

Durov menekankan, Telegram akan terus berjuang untuk bisa lebih efisien dalam mencegah propaganda teroris. Dia juga maykinkan kalau Telegram sangat terbuka dengan berbagai ide untuk membuat hal itu menjadi lebih baik. ’’Saya mengirim email ke kementerian tentang saran itu dan menunggu feedback mereka,’’ imbuhnya.

Pria Rusia itu yakin betul, kalau bisa mengurangi propaganda teroris tanpa mengurangi penggunaan Telegram oleh jutaan warga Indonesia. Dia juga berjanji untuk memberikan update terbaru melalui kanalnya, dan bagaimana Telegram akan dikembangkan di Indonesia serta global. (dim/JPK/gob)



loading...

Feeds