Pemerintah Melunak Soal Pemblokiran Telegram

Illustrasi Telegram. (Foto: Ist)

Illustrasi Telegram. (Foto: Ist)

KEMENTRIAN Komunikasi dan Informatika (Komenkominfo) melunak setelah pendiri aplikasi Telegram Pavel Durov, menawarkan tiga solusi ke‎ lembaga yang dikepalai oleh Rudiantara itu.

Tawaran Durov itu lantaran pemerintah Indonesia telah melakukan pemblokiran terhadap aplikasi Telegram, yang disinyalir menjadi sarana bagi kelompok radikal dalam melakukan komunikasi.

Dirjen Aplikasi dan Informatika Kemenkominfo, Samuel Abrijani Pangerapan mengaku, sudah mengetahui tiga solusi yang ditawarkan oleh Pavel Durov tersebut.
Setelah mendapat tiga solusi ini pemerintah juga akan membahasnya dengan Pavel Durov.

“Kemenkominfo akan bangun komunikasi intens dengan mereka (Telegram) membahas poin tersebut,” ujar Samuel kepada JawaPos.com (induk gobekasi.co.id), Minggu (16/7).

Samuel menambahkan, pembahasan lebih spesifik dari solusi tersebut juga ditekankan pada poin ketiga, yakni Telegram berjanji akan membentuk tim yang memiliki peng‎etahun tentang bahasa Indonesia.

“(Jadi membahas) khususnya poin ketiga,” katanya.

Sebelumnya pendiri Telegram Pavel Durov menawarkan tiga solusi kepada Kemenkominfo. Dia menyampaikan solusi tersebut melalui kanalnya di Telegram, Durov’s Channel.

Adapun tiga langkah antisipatif yang ditawarkan Durov ke pemerintah adalah sebagai berikut:

1. Kami telah memblokir seluruh kanal yang berkaitan dengan terorisme seperti yang telah dilaporkan oleh Kemenkominfo.

2. Saya mengirim email balik ke Kemenkominfo untuk membangun kanal komunikasi langsung. Itu akan membuat kami bekerja lebih efisien untuk mengidentifikasi dan memblokir propaganda teroris di masa depan.

3. Kami akan membangun tim yang memiliki pengetahuan tentang bahasa Indonesia dan kulturnya untuk menjadi moderator yang bisa memproses berbagai laporan terkait konten teroris dengan lebih cepat dan akurat. ‎(cr2/JPG/gob)



loading...

Feeds