Tangkal Aksi Bullying, Disdik Kota Bekasi Tekan Guru Bimbingan Konseling Berperan Aktif

Dinas Pendidikan Kota Bekasi, menekan agar guru Bimbingan Konseling (BK) disetiap sekolah yang ada di Kota Bekasi dapat berperan aktif dalam memberikan pendidikan moral terhadap siswa.

Hal ini disampaikan langusung oleh sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah menyusul beredarnya viedeo bullying yang ada dilakukan oleh Masiswa Gunadharma, Depok, belum lama ini.

“Peran kepala sekolah, peran guru terutama guru BK, agar bersama-sama membangun siswa berkarakter dalam rangka membangun pendidikan berkualitas,” pesan Inay, Senin (17/7/2017) kepada GoBekasi.co.id.

Inay mengatakan, saat ini peran guru BK harus lebih responsif agar tidak terjadinya kasus Bullying di Kota Bekasi. Apalagi, memasuki tahun ajaran baru 2017/2018 ini.

“Ini harus terkoordinasi dan terintergrasi. Kasus ini diakrenaka egosentis siswa, dan orangtua kurang peduli kepada anak. Jadi sekarang harus terjalin kerjasama juga antara sekolah dan kepolisian mencegah Bullying,” kata dia.

Inay menejelaskan, sesuai dengan Peraturan Pendidikan Nasional, guru BK disetiap sekolah adalah 1:40 yang artinya 1 guru dengan jumlah murid 40 orang.

Di Kota Bekasi, lanjutnya, setiap sekolah mempunyai 9 ruang jelas dimana perkelas ada 40 rombongan belajar, Namun yang disayangkan, jumlah guru BK sendiri belum mencapai iedeal di Kota Bekasi.

“Saat ini, yang mencapai ideal baru ada di SMPN 1 Kota Bekasi. Kedepan kita akan terus upayakan mendakan guru BK 1:40 disetiap sekolah Negeri dan Swasta,” ujar Inay.

Inay menegaskan, bila terjadi Bullying disekolah. Dinas Pendidikan akan memberikan sanksi khusus sesuai dengan Peraturan Wali Kota Nomor 22 Tahun 2012 tentang disiplin pegawai.

“Yang kita berikan sanksi adalah pihak sekolah, atau guru. Tapi sanksi itu bisa dikenakan apabila kasus Bullying terjadi di sekolah, kalau diluar sekolah tentu tidak ada sanksi. Tidak mungkin kita memberikan sanksi tegas kepada murid,” tandasnya.(kub/gob)



loading...

Feeds