Seleksi PPDB Manual Rawan Intervensi

Ilustrasi

Ilustrasi

PELAKSANAAN penerimaan peserta didik baru (PPDB) dengan seleksi manual lebih berpotensi diwarnai dengan intervensi. Hal itu diakui Ketua PPDB Daring SMP Negeri I Kota Bekasi, Kajiman.

Penerimaan peserta didik dengan seleksi manual membuatnya khawatir akan menimbulkan permasalahan baru. Namun, pihaknya akan tetap mengacu pada peraturan yang ada jika ada pihak yang melakukan intervensi.

Hal tersebut menyusul akan dibukanya seleksi manual di SMPN I Kota Bekasi untuk mengisi bangku kosong. Dari daya tampung 360 siswa, masih terdapat bangku kosong sebanyak 56 kursi.

Rencananya, seleksi manual itu akan dibuka pada tanggal 14 Juli mendatang. Namun, saat diwawancarai, dirinya belum memegang petunjuk teknis (juknis) dari pelaksanaan seleksi manual.

’’Justru ini manual hanya 56 tapi kita malah ketar ketir. Apa yang dibilang tadi (intervensi), mungkin nanti bisa muncul. Makanya justru ini yang sepele tapi bisa jadi bumerang, “ ujarnya.

Ia mengatakan, sejauh ini, pelaksanaan PPDB daring di sekolah unggulan tersebut berjalan dengan baik tanpa intervensi dari pihak manapun. “Nggak ada intervensi, alhamdulilah online kita bebas, merdeka. Online lebih mudah, lebih enak, transparan, dengan masyarakat kita bisa update langsung,” kata dia.

’’Untuk saat ini nggak ada, nggak tahu nanti. Tapi saya berharap, biarpun intervensi tapi tetap kita sesuai dengan aturan main. Kita sesuai aturan Bekasi Timur yaudah, senjata Bekasi Timur yaitu KK dan nilai, masalah nem berapa aja yang penting memang nanti kapasitas gimana, cukup, melebihi kita pangkas, lebih dari 56 kita buang dari urutan nem tertinggi,” tambahnya.

Jika ada pihak yang mendesak dengan mengatasnamakan pejabat tinggi atau lain, ia mengaku akan menunjukan syarat pendaftaran tersebut. “Aturan yang kita pakai, ini aturan, nggak mau terima silahkan, yang bikin bukan saya, saya pelaksana dilapangan, ada yang menentukan,” sambungnya.

Pada seleksi manual yang akan dibuka pada tanggal 14 Juli itu, syarat yang utama ialah Kartu Keluarga yang menunjukan sebagai warga Kecamatan Bekasi Timur dan seleksi nilai rapor. Mekanisme pendaftaran, kata dia, Calon Peserta Didik (CPD) datang ke sekolah dan didata sekolah untuk diinput secara manual.

Disinggung apa yang menyebabkan munculnya bangku kosong, menurutnya hal tersebut disebabkan karena NEM dan rata – rata nilai CPD yang akan mendaftar tidak mencapai angka 7,7.

“Afirmasi kan kita jatah 10 persen dan ternyata baru terisi satu (dalam PPDB daring). Sisanya itu dari zonasi. Zonasi kenapa bisa kosong ?. Karena orang semuanya takut , karena nem rendah akhirnya larilah ke 18, 3 dan 11. Terus ada yang nggak ikut seleksi rapor,” tambahnya.

Dengan seleksi manual, ia berharap tidak ada siswa yang sudah masuk di sekolah lain dalam PPDB online tahap I dan tahap II kembali ikut mendaftar.

“Manual ini kan nggak bisa dikontral, makanya besok ada surat perjanjian dari dinas yang isinya belum diterima disekolah negeri manapun. Untuk menjamin kalau yang mendaftar adalah yang belum diterima di sekolah negeri lain,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 56 kursi di SMP Negeri I Kota Bekasi masih kosong setelah dilaksanakannya pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Daring Kota Bekasi tahun 2017.

(neo/pj/gob)



loading...

Feeds