Porda 2018: Cabor Dayung Bekasi Waspadai Manuver Tuan Rumah

(Ilustrasi) Tiga tim peserta turnamen Kebut Dayung 2016 berupaya untuk menjadi yang terdepan dari lawan-lawannya. IRWAN/RADAR BEKASI

(Ilustrasi) Tiga tim peserta turnamen Kebut Dayung 2016 berupaya untuk menjadi yang terdepan dari lawan-lawannya. IRWAN/RADAR BEKASI

BELUM adanya kepastian mengenai nomor pertandingan pada cabang olahraga (cabor) dayung di Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat XIII 2018 Kabupaten Bogor sempat menjadi pertanyaan.

Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kabupaten Bekasi khawatir, regulasi baru dikeluarkan mendekati Babak Kualifikasi (BK) pada Februari 2018 nanti. Hal itu menyusul manuver tuan rumah untuk membidik target juara umum.

Pelatih PODSI Kabupaten Bekasi, Donny mengatakan, hasil komunikasi antar pengcab, Kabupaten Bogor membidik juara umum dengan 12 medali emas di cabor tersebut. Kondisi ini diperparah dengan adanya wacana nomor baru, namun belum disosialisasikan ke masing-masing pengcab PODSI hingga saat ini.

“Dikhawatirkan nanti disampaikan mepet mendekati BK. Jelas, kita akan keteteran. Kita ikut sesuai dengan nomor di Pekan Olahraga Nasional (PON), Meski ini masih tingkat daerah,” terangnya

Diakui atau tidak, kata dia, sebagian besar pengcab sudah angkat tangan soal aturan yang ditetapkan tuan rumah. Meski belum dipastikan, kondisi itu mengganggu pesiapan pengcab. Apalagi persiapan PODSI Kabupaten Bekasi sejak 2015 lalu minus nomor baru yang rencana akan dipertandingkan.

“Karena kebanyakan binaan jadi kita harus dua tahun maksimal. Masalahnya atlet kebanyakan anak sekolah. Kalau gak digembleng kan bakal susah. Sementara, tuan rumah menetapkan cabang yang tidak dipersiapkan,” tegasnya.

Hingga saat ini, PODSI tengah mempersiapkan 43 atlet, terbagi menjadi 16 putri dan 23 putra di berbagai nomor.“Itu sudah binaan dari Kabupaten Bekasi. Lapis dua, itu anak-anak kecil dan kita juga persiapkan,” tambahnya

Kabupaten Bekasi memastikan diri tidak ambil bagian di kategori rowing dan jika ada nomor baru yang dipertandingkan kondisi itu menyulitkan PODSI Kabupaten Bekasi.

“Kalau dayung banyak cabang, dengan 40 medali yang diperebutkan. Rowing kita sudah absen, kalau ada cabang lainnya yang baru kita gak ikut aja (porda),” tegasnya.

(dan/pj/gob)



loading...

Feeds