PKS dan Gerindra Bekasi Incar Pemilih Pemula

Ilustrasi pilkada. (Foto: Jawa Pos)

Ilustrasi pilkada. (Foto: Jawa Pos)

PEMILIH pemula atau baru pertama kali menggunakan hak pilih menjadi incaran para bakal calon kepala daerah (balon kada) atau partai politik (parpol) menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bekasi 2018 mendatang. Hal tersebut tak luput dari pantauan partai yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih, yakni PKS dan Gerindra.

Ketua DPD PKS Kota Bekasi, Heri Koeswara mengakui, pihaknya akan terus berupaya memikat suara pemilih pemula di Pilkada 2018 mendatang.

“Potensi pemilih pemula cukup besar pada Pilkada mendatang, apalagi PKS dikenal sebagai partainya anak muda,” klaimnya.

Untuk itu, pengurus DPD PKS sejak dini membuat berbagai terobosan untuk menggaet pemilih pemula. “Para kader yang menjadi pengurus di tingkat provinsi dan kota telah merumuskan langkah-langkah strategis,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bahwa PKS tengah mengubah strategi dalam meraih kemenangan. Salah satunya dengan mengincar para pemilih pemula. “Pemilih pemula juga merupakan generasi para pengguna internet alias warganet dan realistis dalam menentukan pilihan. Mereka tidak ada ikatan pada apapun melainkan bebas menentukan pilihan,” tuturnya,

Lanjut Heri, pemilih pemula ini akan menjadi rebutan parpol, karena pada Pilkada 2018 dan Pileg 2019 mendatang, mereka akan menjadi pemilih pemula dan suaranya masih mengambang. “Ini harus kita dekati,” ucap Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi itu.

Dia juga mengingatkan kepada seluruh kader untuk melek media informasi dan teknologi. Terlebih, internet sangat memudahkan dalam mensosialisasikan partai.

“Kami memang mengapresiasi dan memberi perhatian khusus kepada pemilih pemula, sebab kami yakin mereka akan memilih pasangan calon yang menurut mereka mampu dan sudah terbukti,” bebernya.

Diakui Heri, jumlah pemilih pemula di Kota Bekasi cukup tinggi. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi memperkirakan, jumlah pemilih pemula cukup banyak, yakni lebih dari 20 persen dari total pemilih.

“Kaum muda ini kan bagi mereka sederhana saja. Apa yang mereka rasa dan mereka lihat, itulah yang mereka yakini,” ucap Heri.

Sementara, Ketua DPC Gerindra Kota Bekasi, Ibnu Hajar Tanjung menjelaskan, untuk menarik simpatik pemilih pemula harus dilakukan pendekatan yang berbeda.

”Harus ada pendekatan tersendiri, karena ini kan berbeda. Kalau teman-teman muda di Kota Bekasi ini yang perlu sentuhan tidak langsung berkaitan dengan masalah politik,” ungkapnya.

Dengan hal tersebut, lanjutnya, ia optimis KMP bisa menarik simpatik masyarakat, juga akan berusaha untuk mensosialisasikan dan menarik simpatik.

”Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan simpatik dari masyarakat, termasuk pemilih pemula,” tegasnya.

Diakui Tanjung, pemilih muda juga menjadi incaran Partai Gerindra untuk memenangkan Pilkada dan agenda Pemilu seperti legislatif dan Pilpres. Untuk itu, Gerindra akan menerapkan model kampanye digital, mengingat pemilih pemula mayoritas lahir di era digital saat ini seperti media sosial (medsos).

“Saat ini penting sekali bagi partai politik untuk mengoptimalkan penggunaan medsos,” tandasnya. Apalagi, kata Tanjung, mereka sangat fanatik terhadap medsos dan mudah terpengaruh dengan teknologi.

“Kami sadar betul dengan kondisi ini. Karena itu, kampanye demokrasi digital harus menjadi pilihan. Karena kampanye digital akan mengubah wajah partai menjadi partai anak muda,” tukas Tanjung.

(sar/pj/gob)



loading...

Feeds

Ariel Tatum dan Ryuji Utomo. (Foto: @ryujiutomo IG)

Aw… Ariel Tatum dan Bek Persija Saling Cium

SETELAH Ariel Tatum mengungkapkan perasaannya, kini gantian Ryuji Utomo yang melakukan hal sama. Berbeda dengan Ariel Tatum yang hanya mengunggah foto tulisan dan sketsa …