Hey Komplotan Begal Ojek Online, Kalian Dicari Polisi

KEPALA Subbagian Humas Polres Metropolitan Bekasi Kota, Komisaris Polisi Erna Ruswing, mengaku sampai saat ini pihaknya masih mencari keberadaan komplotan begal yang berhasil membawa kabur sepeda motor pengemudi ojek online di Jalan Ir.H Juanda, Rabu (12/7/2017) kemarin subuh.

“Saat ini jajaran Reskrim Polsek Bekasi Timur, masih dalam melakukan tahap penyelidikan para komplotan Begal kemarin,” ungkap Erna, Kamis (13/7/2017) kepada GoBekasi.co.id.

Erna mengaku, saat ini pihaknya memang belum mengetahui keberadaan para pelaku. Hal tersebut lantararan keluarga Ajay ( satu pelaku yang tewas dikeroyok massa kemarin) tidak mengetahui sama sekali identitas rekan-rekannya.

“Kendal lainnya, keluarga tersangka belum dapat diperiksa intensif, karena mereka masih dalam kondisi berkabung. Jadi identitas tersangka, dan nama komplotannya kita belum ketahui,” tuturnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Bekasi Timur, Ajun Komisaris Polisi Yusron, mengaku kalau saat pemberitahuan. Keluarga Ajay tidak mempercayai perihal perilaku Ajay yang tergabung dalam kompoltan Begal.

“Awalnya, keluarga tidak percaya bahwa anaknya terlibat kasus curas (pencurian dengan kekerasan). Sebab, menurut informasi keluarga, tersangka ini dalam kesehariannya orang yang baik,” kata Yusron.

Selain itu, pihaknya masih melengkapi pemeriksaan dan keterangan sejumlah saksi mata terkait kasus pencurian yang menimpa kakak beradik, Arjuna Pratama (24) dan Gagah Pratama (21), pada Rabu (12/7/2017) kemarin.

Namun, saat disingung soal main hakim sendiri, Yusron enggan berkomentar banyak. Pasalnya, timnya tengah fokus mengejar komplotan Ajay.

“Soal aksi main hakim sendiri (hingga menimbulkan korban jiwa) itu bukan kewenangan kami. Karena kejadiannya itu ada di wilayah hukum Polsek Tambun. Silahkan tanya ke sana. Kita hanya fokus pada kasus pencurian dengan kekerasan, karena kasus itu terjadi di wilayah Bekasi Timur. Doakan saja ya, kasus ini segera terungkap,” tandasnya.

Sedangkan itu, Arjuna, saat ditemui di Rumah Sakit Juanda, menduga jika kawanan pelaku yang membegalnya adalah komplotan geng motor ‘Tambun 45’. Pasalnya, kata dia, geng motor yang anggotanya masih mayoritas berstatus sebagai pelajar itu, memang kerap berbuat ulah.

“Mereka itu anggotanya bocah-bocah ABG semua, dan memang kelompok mereka itu yang sering makan korban di wilayah sini,” singkat korban saat ditemui.

Sebagai informasi, peristiwa pembegalan yang dialami pengemudi ojek online kemarin diproyeksikan berjumlah enam orang. Dimana dua orang diantaranya adalah perempua. Saat ini polisi tengah memburu lima pelaku lantaran satu diantaranya tewas setelah di keroyok massa. (nur/gob)



loading...

Feeds