Wuling, Pabrik Mobil Cina Resmi Beroperasi di Cikarang

Pabrik Wulling Motors. (Foto: Ist)

Pabrik Wulling Motors. (Foto: Ist)

WULING Motors akhirnya resmi membuka pabrik seluas 60 hektare di kawasan Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (11/7).

Pabrik dengan nilai investasi USD 700 juta (sekitar Rp 9,1 triliun) itu ditargetkan mampu memproduksi 8.000 unit sampai akhir 2017.

”Ini merupakan pembangunan pabrik pertama Wuling Motors di luar Tiongkok. Kami sangat yakin untuk memasuki pasar Indonesia,” ujar Presiden SGMW Motor Indonesia Xu Feiyun.

Pabrik Wuling menyerap 3.000 pekerja lokal. Mereka terlibat di seluruh rantai industri dari hulu hingga hilir.

Pabrik yang dibangun selama dua tahun tersebut berkapasitas produksi 120 ribu unit per tahun.

Saat ini, Wuling Motors membawa 15 pemasok komponen internasional ternama yang akan menempati Supplier Park dan telah bekerja sama dengan lebih dari 20 pemasok komponen lokal.

Mitra pemasok Wuling Motors, antara lain, Bosch, Continental, dan PT Gajah Tunggal Tbk.

Para pemasok juga memulai kegiatan operasional secara bersamaan dengan dimulainya proses produksi di pabrik Wuling Motors.

”Sebagai bagian dari strategi lokalisasi, 56 persen dari komponen MPV pertama Wuling Motors akan berasal dari supplier lokal. Kami juga berencana terus meningkatkan jumlah komponen lokal produk kami di masa depan. Selain itu, kami terus meningkatkan jumlah pemasok komponen lokal untuk bergabung bersama kami di Supplier Park,” tambah Xu Feiyun.

Kehadiran Wuling yang memproduksi MPV bernama Cenfero S tersebut digadang-gadang akan menjadi pesaing baru di pasar yang paling kompetitif di Indonesia, yaitu MPV.

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi menyebutkan, persaingan pasti akan terjadi.

Namun, dengan keseriusan Wuling menanamkan investasi yang besar di Indonesia, Nangoi berharap pabrikana asal Tiongkok bisa memberikan warna baru yang dapat dipilih konsumen otomotif.

”Dengan adanya basis produksi di sini, Wuling diharapkan dapat sustainable,” ujarnya.

Sebab, jika dilihat sebelum-sebelumnya, belum ada merek otomotif Tiongkok yang sukses besar.

Kegagalan tersebut ditengarai karena merek-merek itu hanya menjual produk tanpa memperkuat basis produksi dan purnajual. (agf/jun/c16/sof)



loading...

Feeds