Dikira Boneka, Ternyata Mayat

SEORANG ibu rumah tangga ditemukan tewas mengambang di Danau Rawa Semut, Jatiasih, Rabu (12/7/2017) siang.

Korban adalah Rohati (45), Warga Gang H Awi, RT  02/04, Kelurahan Jatiasih, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.

Ia ditemukan pertama kali oleh seorang warga, Atip (58), saat tengah menjala ikan dengan rakit di danau tersebut. Saat ditemukan, korban terlilit kain merah di bagian wajahnya.

“Sebelumnya saya kira boneka. Pas saya deketin, rupanya mayat. Posisinya, badan tengkurep mengunakan kaos putih celana pendek warna ungu,” kata Ucup dilokasi.

Melihat kejadian itu, warga setempat lalu geger. Mereka bergegas ke lokasi untuk mengecek apakah mengenal korban atau tidak, sebab para saksi tidak menemukan kartu identitas di tubuh korban.

“Pas lagi rame-rame gitu, suaminya juga liat. Lucunya dia gak kenal,  terus pulang, karena wajah jenazahnya kan ketutup kain,” ujar Ucup.

Meski demikian, sejumlah warga akhirnya dapat mengetahui identitas korban setelah membuka kain yang ada di wajahnya. Dari keterangan Ucup, adik korban, Rohati diketahui telah pergi dari rumah sejak 1 hari yang lalu.

“Ia pamit ke keluarga mau ke rumah anaknya di daerah Cikunir, deket TKP posisinya. Tapi kata anaknya, malah enggak mampir ke sana, jelasnya.

Namun entah mengapa, Rohati yang diketahui mengidap penyakit linglung itu, malah ditemukan sudah meregang nyawa di tepi danau.

“Kita menduga, ada unsur kekerasan. Soalnya, gelang dan cincin yang dipakai korban hilang. Terus, sampai korban dimandikan, matanya terus mengeluarkan darah dan ada sedikit lebam di mata sebelah kiri,” duganya.

Kanit Reskrim Polsek Jatiasih, AKP Umar Wirahadikusumah saat ditemui di rumah duka, menampik hal tersebut.

Sebab, berdasarkan hasil visum dari RSUD Kota Bekasi, pihaknya juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh ibu 5 orang anak tersebut, seperti luka benda tumpul atau tajam.

“Dari keterangan keluarga, korban memang sudah sedikit linglung dan sudah pikun. Korban juga memang sering pakai kain jilbab dalam kesehariannya,” kata Umar.

Ia menduga, jika  korban tewas karena kehabisan oksigen setelah terpleset dan jatuh di danau tersebut.

“Mungkin karena terpleset dan erdasarkan keterangan keluarga, korban memang suka pergi ke tempat tersebut untuk mencari Siput. Berdasarkan visum tidak ditemukan unsur kekerasan,” tandasnya. (nur/gob)



loading...

Feeds

(Ilustrasi) Truk sampah milik DKI Jakarta yang rusak dilempar batu. (Foto: Ist)

Lagi, Truk Sampah DKI Dihujani Batu

UNTUK kesekian kalinya, truk sampah DKI Jakarta kembali diserang kelompok misterius di Jalan Raya Narogong. Namun pelemparan kaca truk sampah …