66 Orang Terjaring Operasi Yustisi di Terminal Bekasi

Operasi Yustisi digelar di Terminal Induk Kota Bekasi, Senin (10/7/2017). (Foto: Muhammad Yakub/GoBekasi)

Operasi Yustisi digelar di Terminal Induk Kota Bekasi, Senin (10/7/2017). (Foto: Muhammad Yakub/GoBekasi)

DINAS Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcasip) Kota Bekasi berhasil menjaring 66 warga dalam operasi yustisi di Terminal Induk Bekasi, Senin (10/7/2017).
Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk di Disdukcasip, Nardi, mengungkapkan, 66 warga yang terjaring dalam operasi yustisi didominasi mereka yang tidak membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP). Untuk itu, pihaknya memberikan sanksi administrasi.
“Ini sesuai dengan Atminduk Nomor 24 Tahun 2013 yang disebutkan bagi warga negara Indonesia yang tidak membawa KTP akan dikenakan sanksi administrasi,” kata Nardi.
Nardi melanjutkan, bagi warga yang tengah terjaring dalam operasi yustisi di Terminal Induk Bekasi diwajibkan untuk membayar denda sebesar Rp 30 ribu. Nantinya, dari denda tersebut akan di alirkan ke Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Bekasi.
“Yang tidak membawa KTP diberikan denda Rp 30 ribu, terdiri dari Rp 29 ribu dan Rp 1.000 untuk biaya perkara. Selanjutnya bagi warga yang hanya membawa foto copy KTP akan disidang di tempat, sementara untuk WNA sebesar Rp 100 ribu,” jelasnya.
Selain itu, kata Nardi, bagi warga yang belum mmepunyai KTP sedangkan usianya sudah mencukupi. Pihaknya akan menggiring untuk melakukan perekaman data KTP Elektronik
“Bagi yang benar-benar kelupaan tentu kita ingatkan, setiap warga negara yang belum punya identitas kita arahkan untuk membuat KTP melalui perekaman di kecamatan masing-masing,” pungkas Nardi.
Pantauan di lokasi, mayoritas yang terjaring razia adalah ibu-ibu. Mereka mengaku tidak membawa identitas karena hanya berbelanja ke Pasar Baru yang lokasinya dekat dengan terminal. (kub/gob)


loading...

Feeds