Wanita Lansia Asal Korea Selatan Terjaring di Operasi Yustisi di Terminal Bekasi

Maeng asal Korea Selatan mengaku telah tinggal 25 tahun di Indonesia. (Foto: M. Yakub/GoBekasi)

Maeng asal Korea Selatan mengaku telah tinggal 25 tahun di Indonesia. (Foto: M. Yakub/GoBekasi)

SEORANG warga asal Korea Selatan terjaring Operasi Yustisi di Terminal Induk Kota Bekasi, Senin (10/7/2017).

Dialah Maeng Rea Ko (68) yang mengaku sudah tinggal selama 25 tahun di Indonesia dan bersuamikan warga negara Indonesia.

“Saya sudah berkeluarga, suami saya WNI.  Di sini saya ikut suami. Saya sudah WNI. Saya juga punya KTP Indonesia, ada suratnya juga,” ungkap Maeng.

Ia mengaku, lupa membawa identitasnya. Hari ini dia berencana akan menjenguk temannya dan di jemput di Terminal Induk Bekasi.

Baca juga: Operasi Yustisi di Kota Bekasi 

“Saya lupa bawa. Mau ketemu kawan, nanti kawan saya mau jemput di sini,” tandas wanita lansia yang mengaku bedomisili di Ciangsana, Cibubur, Kabupaten Bogor.

“Yang tidak membawa KTP diberikan denda Rp 30 ribu, terdiri dari Rp 29 ribu dan Rp1.000,” jelas Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk di Disdukcasip, Nardi. (kub/gob)

 



loading...

Feeds

(Ilustrasi) Truk sampah milik DKI Jakarta yang rusak dilempar batu. (Foto: Ist)

Lagi, Truk Sampah DKI Dihujani Batu

UNTUK kesekian kalinya, truk sampah DKI Jakarta kembali diserang kelompok misterius di Jalan Raya Narogong. Namun pelemparan kaca truk sampah …