Yes… Kuota Haji Bekasi Ditambah

(Ilustrasi) Jemaah haji kloter satu asal Kabupaten Tasikmalaya mendengarkan pemaparan dari pihak Kakanwil Kemenag Provinsi Jabar di Embarkasi Haji Jakarta - Bekasi, Kamis (20/8). Sebanyak 444 calon haji asal Kabupaten Tasikmalaya akan diberangkatkan menuju Tanah Suci pada Jumat (21/8) dan akan dilepas secara langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan. Foto : Ivan Pramana Putra / GOBEKASI.co.id

(Ilustrasi) Jemaah haji kloter satu asal Kabupaten Tasikmalaya mendengarkan pemaparan dari pihak Kakanwil Kemenag Provinsi Jabar di Embarkasi Haji Jakarta - Bekasi, Kamis (20/8). Sebanyak 444 calon haji asal Kabupaten Tasikmalaya akan diberangkatkan menuju Tanah Suci pada Jumat (21/8) dan akan dilepas secara langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan. Foto : Ivan Pramana Putra / GOBEKASI.co.id

KABAR gembira bagi masyarakat Kota Bekasi yang saat ini sedang menunggu daftar haji. Pasalnya, tahun ini kuota haji mengalami penambahan sebanyak 20 persen dibandingkan tahun lalu.

Demikian dikatakan Kepala Kantor Agama Kota Bekasi, Munjani. Dia mengungkapkan, Kota Bekasi mendapatkan jatah 10 kloter pada kuota haji 2017 di wilayah Jawa Barat (Jabar). Jumlah tersebut terdiri atas 6 kloter full yang murni berasal dari warga Kota Bekasi dan 4 kloter campuran warga Kota Bekasi maupun luar daerah.

“Untuk kloter full berisi 404 orang, sementara untuk kloter campuran berisi 31 orang. Jumlah kloter Kota Bekasi menjadi yang terbanyak setelah Kabupaten Bogor,” ujar Munjani kepada Radar Bekasi di Kantor Kemenag Kota Bekasi, Jumat (7/7/2017) kemarin.

Munjani mengungkapkan, kuota haji Jabar mengalami penambahan sebanyak 20 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada 2016 kemarin, kuota haji dari hanya mencapai 1900 orang. Sementara, pada 2017 kuota haji Jabar mengalami penambahan kendati tidak tepat mencapai 20 persen, yakni 2785 orang.

Dia mengatakan, pembahan kuota sebanyak 20 persen ini merupakan kembalinya aturan lama yang sejak 2014 ada pengurangan. Penambahan kuota ini juga tidak hanya dialami oleh Jabar, melainkan juga berlaku untuk skala nasional.

“Sekitar tiga tahun lalu kan cuma 211 ribu orang, nah sekarang jadi normal lagi ke aturan awal, yakni 221 ribu orang. Penambahan ini sesuai dengan harapan calon jamaah, karena tiga tahun sebelumnya ada pengurangan,” terang Munjani.

Dia mengatakan, selain sudah mengidentifikasi jumlah kuota yang akan berangkat, lembaganya juga tengah mengintegrasi petugas pemberangkatan yang berlangsung di Asrama Haji Jabar di Kota Bekasi, 5 Juli sampai 14 Juli 2017 mendatang.

Pembekalan tersebut dilakukan terhadap Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI), Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), dan Tim Pendamping Haji (TPI) Provinsi Jabar.

Dia menambahkan, para petugas yang tengah mendapatkan pembekalan juga nantinya menjadi pengawal untuk para jamaah agar bertindak sopan santun. Sebab, kata dia, jamaah asal Indonesia dikenal oleh warga Arab Saudi sebagai jamaah yang memiliki adat istiadat baik.

“Semoga tetap membawa adat istiadat sebagai bangsa timur, karena selama ini penilaian warga Arab Saudi sangat positif dibandingkan negara lain,” tandas dia.

(yay/pj/gob)



loading...

Feeds