73 Bidang Tanah Akan Dibebaskan untuk Keperluan Tol Cibitung-Cilincing

Kasie Pengadaan BPN Kabupaten Bekasi bersama dengan perwakilan Kementrian PUPR saat mensosialisasikan Proyek Standar Nasional (PSN) pengadaan Tol Cibitung-Cilincing bagi lahan warga yang terdampak. Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/GoBekasi

Kasie Pengadaan BPN Kabupaten Bekasi bersama dengan perwakilan Kementrian PUPR saat mensosialisasikan Proyek Standar Nasional (PSN) pengadaan Tol Cibitung-Cilincing bagi lahan warga yang terdampak. Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/GoBekasi

BADAN Pertanahan Negara (BPN) Kabupaten Bekasi, berencana membebaskan 73 bidang tanah untuk keperluan pengadaan Jalan Tol Cibitung-Cilincing.

Pembebasan ini nantinya bekerjasama dengan Kementrian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Saat ini, sudah ada 43,6 persen di wilayah Kabupaten Bekasi yang mendapatkan sosialisasi untuk keperluan proyek ini.

Kepala Seksi Pengadaan di BPN Kabupaten Bekasi, Agus Susanto, mengatakan kalau pihaknya selama ini sudah memetakan 73 bidang tanah yang ada di Kabupaten Bekasi.

“Cara penilainya dengan bidang per-bidang, karena belum tentu sama dengan KJPP (Kantor Jasa Penilaian Publik),” kata Agus, usai melakukan musyawarah di Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan, kepada GoBekasi.co.id.

Ia mengungkapkan, sementara ini kesepakatan bersama yang telah diambil bersama warga terdampak adalah dengan mengembalikan uang pergantian atau konpensasi.

“Kita berikan tawaran, pergantian uang, barang, dan tanah seperti semula. Sementara mereka memilih uang, kesepakatan ini di ambil oleh pemilik dan yang mewakili,” ujarnya.

Agus menegaskan, pihaknya nanti juga berencana menggelar musyawarah lanjutan. Musyawarah itu akan melibatkan Kepala Desa dan Camat setempat.

“Kita juga akan mengkroscek ulang kondisi lahan warga yang ada, bekerjasama dengan satgas desa,” kata dia. Ia juga merasa bersyukur, saat ini belum ada penolakan dari warga atas pembebasan lahan untuk keperluan nasional.

Sementara itu, Kepala PPK Kementrian PUPR, Dodit Dimas, mengatakan kalau tol yang akan terbangun sebagai penghubung antara DKI Jakarta dengan Bekasi mencapai 35 Kilometer.

Untuk keperluan lahan Tol Cibitung-Cilincing, beber Dimas, yakni mencapai 250 hektar. Itu meliputi 18 desa yang ada di Kabupaten Bekasi dan 4 Kelurahan di Jakarta Utara.

“Ini merupakan Proyek Standar Nasional (PSN) yang sudah dicanangkan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Saat ini kami masih dalam tahap pembebesan lahan,” kata Dimas.

Kementrian PUPR memberikan batasan waktu agar pembebesan lahan untuk keperluan PSN pengadaan Tol Cibitung-Cilincing dapat rampung pada awal 2018 mendatang.

“Namun, kita kejar sampai dengan November 2017 ini. Karena lebih baik lebih cepat. Kalau ada kendala seperti masalah sengketa maka akan kita serahkan di Pengadilan,” sambung Dimas.

Nantinya tol Cibitung-Cilincing akan melintasi MM2100- Simpang Cibitung-Muara Bakti-Kali CBL-Tanjung Priuk. “Diperkirakan tidak melintasi Marunda,” tandasnya. (kub/gob)



loading...

Feeds