Pilkada Kota Bekasi: Pasangan Petahana Berpotensi Pecah

Ilustrasi pilkada. (Foto: Jawa Pos)

Ilustrasi pilkada. (Foto: Jawa Pos)

PERBINCANGAN mengenai konstalasi politik menjelang Pilkada Kota Bekasi yang direncanakan berlangsung pada Juni 2018 mendatang semakin menarik untuk diulas. Pasalnya pasangan petahana, yakni Rahmat Effendi dan Ahmad Syaikhu sudah terlihat melakukan berbagai manuver politik untuk tidak lagi bersanding.

Walikota Bekasi, Rahmat Effendi misalnya, terlihat asik sendiri dalam mensosialisasikan Kartu Sehat berbasis NIK tanpa melibatkan Wakil Walikota, Ahmad Syaikhu.

“Sinyal pisahnya mereka sudah lama. Sosialisasi Kartu Sehat berbasis NIK salah satunya. Pak Rahmat Effendi seperti jalan sendiri, tanpa melibatkan Pak Ahmad Syaikhu, saya rasa ini menjadi ancang – ancang Rahmat Effendi jika pisah dengan Ahmad Syaikhu,” kata Pengamat Politik dan Praktisi Pilkada, Jiwang Jiputro kepada Radar Bekasi, kemarin.

Lanjut Jiwang, padahal sebelumnya kedua pasangan itu kerap berjalan bersama. Tetapi, semakin mendekati perhelatan Pilkada, mereka sudah terlihat dengan kesibukan masing – masing.

“Sinyal pecah sudah terlihat sejak PKS dan Gerindra mendeklarasikan Koalisi Merah Putih (KMP). Begitupun pusat menginstruksikan agar koalisi diantara kedua partai berlanjut pada Pilkada serentak 2018, bahkan Pilpres 2019. Ini juga sinyal akan pecahnya Golkar dan PKS pada Pilkada Kota Bekasi,” beber Jiwang.

Dia menambahkan, terpilihnya Ahmad Syaikhu menjadi Ketua DPW PKS Jawa Barat. serta masuknya nama Syaikhu dalam dua nama bakal calon Walikota dari PKS, makin menguatkan sinyal bahwa Ahmad Syaikhu akan siap bersaing dengan Rahmat Effendi.

“Setelah menjadi Ketua DPW PKS Jawa Barat, tentu dia (Ahmad Syaikhu) tidak lagi hanya mengambil keputusan politik untuk dan atas nama individu, termasuk akan tetap menjadi Wakil Walikota atau maju sebagai calon Walikota. Posisinya sebagai ketua, apalagi tingkat Jawa Barat, akan berkaitan dengan kepentingan partai yang harus dimenangkan pada Pilkada 2018,” tutur Jiwang.

Meskipun secara individu, Ahmad Syaikhu kerap menyatakan masih tetap ingin mendampingi Rahmat Effendi di Pilkada 2018, namun apabila PKS memutuskan untuk mengusung kadernya maju menjadi Walikota, maka sebagai individu Ahmad Syaikhu akan dikalahkan dengan keputusan partai.

 “Pastinya, PKS juga memiliki kepentingan untuk menjadikan kadernya menjadi orang nomor satu (B1) di Kota Patriot ini,” ujar Jiwang.

Sementara itu, Ketua DPD PKS Kota Bekasi, Heri Koeswara membenarkan jika kader PKS ditingkat bawah menginginkan PKS mengusung kader terbaiknya maju menjadi calon Walikota bukan Wakil.

“Ya, kader PKS menargetkan Walikota. Mereka (kader) mengungkapkan sudah saatnya kader PKS menduduki kursi Walikota,” tegasnya.

Diakuinya, saat ini diintenal PKS, Ahmad Syaikhu masih yang tertinggi secara survei baik popularitas ataupun elektabilitas dibanding kader PKS lainnya. “Jika secara survei, Ustaz Syaikhu masih yang tertinggi,” pungkasnya.

(sar/pj/gob)



loading...

Feeds

IMG-20170727-WA0030

SMPN 10 Bekasi Raih Penghargaan

SMP Negeri 10 Kota Bekasi berhasil mendapatkan penghargaan berupa piala “Raksa Prasa Kategori Sekolah Berbudaya Lingkungan” Provinsi Jawa Barat Tahun …