Kadisdik Kota Bekasi Janji Pelayanan PPDB Online Dipermudah

(Ilustrasi) Orang tua wali murid saat mendaftarkan anaknya pada hari terakhir PPDB Online di SMPN 12 Kota Bekasi, kemarin.RANDY/RADAR BEKASI

(Ilustrasi) Orang tua wali murid saat mendaftarkan anaknya pada hari terakhir PPDB Online di SMPN 12 Kota Bekasi, kemarin.RANDY/RADAR BEKASI

KEPALA Disdik Kota Bekasi, Ali Fauzi berjanji mempermudah pelayanan. ’’Untuk masalah peserta, mulai dari NIK, PIN dan lainnya akan kami selesaikan, besok pagi (hari ini) peserta bisa ambil berkas di kantor,” ungkapnya.

Ali menambahkan, perpanjangan waktu pendaftaran juga akan diumumkan melalui laman PPDB Daring Kota Bekasi. Namun, hingga pukul 23.00 tadi malam, lama perpanjangan waktu pendaftaran, belum terlihat di laman Disdik Kota Bekasi maupun situs bekasi.siap-ppdb.com.

Ali juga menilai, permasalahan carut marut PPDB tahun ini tak lepas dari banyaknya peserta didominasi oleh peserta jalur zonasi. Jalur ini tak lepas dari NIK yang terkadang bermasalah ketika akan mendaftar. Untuk memperbaiki NIK tersebut, hanya bisa dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) guna melakukan validasi administrasi.

Ali menjamin, jika NIK sudah valid, peserta kemudian memberikan berkas kepada panitia, maka berkas tersebut akan terunduh di server PPDB Daring Kota Bekasi. Adapun jalur yang tersedia, di antaranya, jalur umum (20 persen), jalur zonasi (60 persen), jalur afirmasi (19 persen), dan jalur prestasi (1 persen).

Adapun kuota sekolah negeri di Kota Bekasi hanya tersedia 42.988, yang terdiri atas 43 sekolah induk dan 6 sekolah menumpang. Sementara, jumlah lulusan sekolah dasar mencapai 60 ribu lebih.

Sementara itu, perpanjangan waktu pendaftaran PPDB tidak serta merta disambut positif warga. Salah satu Walimurid, Fitri (35) mengaku anaknya, Devina Ridwan harus terpental dari persaingan di jalur zonasi. Itu terjadi diduga lantaran nilai yang muncul pada server tidak sesuai dengan nilai ijazah. Padahal, jumlah nilai anaknya memungkinkan diterima di sekolah negeri. Tapi karena kesalahan teknis tersebut membuat anaknya terpental dari bursa persaingan masuk sekolah negeri.

“Nem anak saya 23.150, pas saya mau daftar jadi 19. Saya bingung kesalahannya darimana gitu loh, sistem dari Disdik gimana,” ujar Fitri saat ditemui Radar Bekasi di Kantor Disdik Kota Bekasi, Kamis (6/7/2017) kemarin.

Padahal, menurut Fitri, adminitrasi seperti NIK dan PIN yang muncul sudah sesuai dengan kepemilikan atas nama Devina. Ia lantas merasa dirugikan karena sistem yang tidak bisa menjamin kepastian anaknya masuk ke sekolah negeri. “Ya nggak bisa gitulah, lebih merugikan,” keluh Fitri.

Keluhan serupa juga disampaikan Rachmat (37), orangtua calon siswa di SMP di Kecamatan Medansatria. Dia mengklaim, sebelum ada pengumuman perpanjangan pendaftaran, hingga pukul 18.30, Kamis (6/7/2017) peringkat anaknya merosot hingga 60 nomor ke bawah.

“Anak saya awalnya nomor 127. Gara-gara diperpanjang jadi nomor 187. Ini kenapa diperpanjang? Alasannya apa? Kan jadwalnya sudah ada bahwa ditutup hari ini jam tiga sore tadi,” protesnya.

Dirinya khawatir anaknya tidak diterima di sekolah tujuan. Apalagi, jika perpanjangan waktu pelaksanaan PPDB Daring tingkat SMP yang ada di sekolah tidak diikuti dengan penambahan jumlah kuota yang disediakan di sekolah.

“Ada penambahan kuota apa nggak dalam perpanjangan. Ini yang sudah masuk diawal kan bisa gugur kalau kuota di sekolah tidak bertambah,” kesalnya.

(neo/yay/pj/gob)



loading...

Feeds