Memalukan! Oknum PNS Kota Bekasi Peras Pengusaha

ilustrasi uang

ilustrasi uang

NICO Fernando, Direktur PT Madani Kreasi ini tidak dapat menahan kekecewaannya. Pasalnya, pengusaha property tesebut merasa di tipu dan di fitnah oleh salah seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan pemerintah Kota Bekasi, berinisial ADM.

Peristiwa bermula pada awal tahun 2016 lalu. Pria berkulit putih ini akan mengurus Surat Ijin Mendirikan (IMB) bangunan. Ya, perusahaan yang dipimpinnya akan membuka perumahan Cluster Grand Menteng di RT 01 RW 02 Kelurahan Bojong Menteng Kecamatan Rawa Lumbu.

Nico mengaku, sebelumnya akan mengurus persyaratan tersebut melalui Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Satu Pintu (DPMP) Kota Bekasi. Namun, yang bersangkutan mengaku bisa mengurus lebih cepat.

“Sebelumnya saya sudah mendirikan beberapa perumahan, namun luasnya dibawah 2000 meter persegi. Perizinannya pun hanya sebatas kecamatan saja. Selama ini saya tidak ada kendala. Namun, ini baru yang pertama kali mengurus perizinan di Dinas,”katanya.

Diatas lahan sekitar 5000 meter persegi tersebut, rencananya akan dibangun sekitar 35 unit rumah. Dia akan menjanjikan mengurus Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Site Plan, serta analisis mengenai dampak lingkungan dan dampak lalu lintas (Amdal dan Amdalalin).

Sembari mengurus perizinan, Niko mengaku mendapat izin untuk memulai proses pengerjaan pembangunan perumahan cluster tersebut.”Ya katanya bisa sambil berjalan, makanya saya berani memulai pembangunan,”imbuhnya.

Oknum PNS yang bertugas sebagai pengawas bangunan (wasbang) di kecamatan Bantargebang ini, menurut Nico, selalu minta uang administrasi. Tanpa pikir panjang, Nico pun selalu memenuhi permintaannya.

”Saya tidak punya pikiran jelek, setiap dia minta selalu saya beri,”katanya sembari mengaku, pemberian uang dilakukan secara tunai maupun transfer,”Kalau transfer pakai rekening istrinya,”imbuhnya.

Namun hingga hampir satu tahun, yang dijanjikan tidak juga dipenuhi. Bahkan sebaliknya, oknum PNS terus meminta sejumlah uang.

”Saya pinta surat-suratnya mana, tapi sampai sekarang tidak diberi,”katanya sembari menambahkan, jika ditotal keseluruhan dia sudah memberikan uang lebih dari Rp100 juta.

Karena gelagatnya sudah tidak baik, akhirnya Nico meminta bantuan saudaranya untuk mengurus perizinannya. Tidak menunggu waktu lama, proses perizinan selesai dibuat. Namun, oknum PNS tersebut kembali meminta sejumlah uang. Tapi kali ini tidak di beri,”Masa saya jadi ATM dia,”katanya dengan nada kesal.

Merasa tidak digunakan lagi, oknum PNS tersebut merasa kecewa. Dia pun memfitnah dan menghentikan proses pengerjaan pembangunan cluster yang sudah mulai berjalan tersebut.

”Tidak hanya itu, pembangunan perumahan lainnya juga dihentikan. Mungkin dia kecewa karena tidak saya kasih uang lagi,”sambungnya.

Dia mengaku, mengikhlaskan uang yang sudah diberikan. Namun, dia hanya ingin proses pembangunan perumahan tersebut bisa diteruskan lagi,”Saya sudah mengurus perizinan, tapi kok dihentikan. Apa karena sudah tidak diberikan uang lagi,” tegasnya. (mif/yay/pj/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …