Lapangan Kerja untuk Perantau di Bekasi Terbuka Luas, tapi…

Ilustrasi. (Foto: JPNN)

Ilustrasi. (Foto: JPNN)

PEMERINTAH Bekasi (Pemkot) Bekasi, mulai pasang kuda-kuda mempersiapkan antisipasi untuk kedatangan para pendatang yang diprediksi akan mulai mengincar Kota Bekasi pasca Lebaran 2017, kemarin. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah persediaan lapangan kerja sebagai penunjang efektifitas arus urbanisasi.

Pemkot Bekasi pada dasarnya tidak pernah melarang adanya pergerakan urbanisasi yang mencari nasib di Kota Bekasi. Namun demikian, satu catatan yang perlu digaris bawahi adalah kemampuan para pendatang dalam persaingan kerja.

 

Baca juga: Kaesang, Kamu Dimaafkan Muhamad Hidayat, tapi…

Walikota Bekasi, Rahmat Effendi telah mengingatkan bagi warga Kota Bekasi yang pulang kampung disarankan untuk tak membawa warga luar yang tidak cakap ketika sekembalinya ke Kota Bekasi. Peringatan tersebut sudah dilontarkan sebelum perayaan Idul Fitri 1438 H. Jika itu terjadi dikhawatirkan akan membebankan tugas Pemkot Bekasi, terutama mencari peluang pekerjaan.

Baca juga: Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Penyeludupan 47 Kilogram Narkotika

 

“Sudah kita imbau, karena Kota Bekasi bagian integral dari NKRI, kami tidak melarang mereka datang. Walaupun pada dasarnya di sini menjanjikan hidup, tapi jangan bawa warga yang tidak cakap,” ujar Rahmat kepada Radar Bekasi (Grup GoBekasi.co.id), Selasa (4/7/2017) kemarin.

Dia mengatakan, persediaan lapangan pekerjaan sepanjang 2017 masih terbuka lebar. Rahmat mengungkapkan itu terjadi juga sudah sesuai dengan janji politiknya dimana dalam waktu lima tahun menciptakan lapangan pekerjaan mencapai 65 ribu tenaga kerja.

Namun demikian, lapangan kerja tersebut akan semakin terbuka lebar jika gerak investasi dan inflasi rendah. Terlebih, jika laju pertumbuhan ekonomi tinggikan secara tidak langsung akan membuka lapangan pekerjaan.

“Kalau asumsi tingkat pengangguran tinggi, janji politik nya sudah selesai sebetulnya,” terang dia.

Sebaliknya, Pemkot Bekasi juga tidak bisa menerapkan kebijakan setiap pekerja hanya boleh bagi warga yang beridentitas Kota Bekasi. “Kalau berKTP Bekasi saja, kemampuan dalam penerimaan ga sesuai dengan kemampuan tenaga kerja, juga kan susah,” tandas dia.

(yay/pj/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …