Kehadiran Angkot Ber-AC di Kota Bekasi buat Kadishub Bangga, tapi Juga Tantangan

KEPALA Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Yayan Yuliana mengakui, pihaknya saat ini memang merasa bangga akan kehadiran angkot AC di wilayahnya.

Namun hal ini tentu merupakan tantangan bagi pemerintah setempat untuk mendorong pemilik angkutan memasang AC di kendaraannya.

Sebab, sesuai dengan Peraturan Menteri (PM) nomor 29 Tahun 2015 seluruh angkutan umum harus menggunakan pendingin ruangan dengan temperatur 20-25 derajat pada 2017 mendatang.

“Memang ini jadi tantangan kita untuk mendorong pengusaha untuk memasang AC pada kendaraan mereka,” kata dia.

Namun, masalahnya saat ini pengusaha angkot banyak mengeluh omsetnya menurun sejak ada angkutan online. Karena itu mereka tak memiliki modal untuk memasang pendingin ruangan di kendaraan mereka.

“Ini yang sedang kami pikirkan, kita carikan solusi apakah pakai CSR atu bisa juga subsidi dari pemerintah. Ini yang sedang dibahas,” jelas Yayan.

Saat ini, lanjut Yayan, bantuan fasilitas AC bagi 10 angkot dari Kementrian Perhubungan, diprioritaskan untuk trayek Bekasi-Pondok Gede atau K 02. Sebab, peminat trayek di trayek tersebut paling banyak, dan paling jauh di antara trayek lain.

“Kalau ada angkota AC, kedisiplinan penumpang dan sopir harus diperhatikan, agar pengguna dan sopir pun merasa nyaman, prilaku mereka harus diubah,” tandas Yayan. (kub/gob)



loading...

Feeds