Dipasang AC, Pengusaha Angkutan Ngaku Pendapatan Meningkat 100 Persen

HAVI Rossi, pemilik angkutan ber-AC nomor K-02 jurusan Pondok Gede-Bekasi mengaku mengalami peningkatan omset sejak dioperasikannya angkot AC dua bulan lalu. Bahkan, penghasilan yang didapatkannya cenderung meningkat 100 persen.

“Sekarang omset bisa mencapai Rp 600 ribu per hari, meningkat dari sebelumnya belum dipasangi AC,” ungkap Rossi, Senin (3/7/2017).

Menurut Rossi, penumpang sangat antusias dengan kehadiran angkot AC. Banyak penumpang yang mengharapkan angkot berpendingin lebih banyak lagi. Sehingga, waktu tunggu lebih singkat.

Bahkan, penumpang pun tidak mempermasalahkan kenaikan tarif yang diberlakukan di dalam pengoperasian angkutan AC.

Misalnya, Rossi mencontohkan, tarif jarak dekat saat ini dipatok sebesar Rp 3.000, namun penumpang rela membayar lebih. Tak sedikit yang melebihinya mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 3.000.

“Penumpang melebihi tarif yang ditetapkan karena merasa nyaman naik angkota ber-AC, tidak lagi menghitung soal tarif, bahkan mereka pun sering mengungkapkan kekecewaan mengapa tidak sejak dahulu angkutan dipasangi AC,” jelas dia.

Rossi menjelaskan, dalam satu hari maksimal angkutan ber-AC miliknya beroperasi sebanyak lima rit perjalanan. Dalam satu rit biasanya Ia bisa memperoleh omset sebanyak Rp 120 ribu. Pendapatannya itu tiap hari akan dipotong uang bensin sebesar Rp 200 ribu.

Sehingga, kata dia, omset bersih yang biasa Ia peroleh adalah sebesar Rp 400 ribu. Bila dibandingkan sebelum dipasangi AC, omset yang bisa Ia peroleh adalah sebesar Rp 400 ribu namun belum dipotong dengan uang bahan bakar sebesar Rp200 ribu.

“Dulu paling bersih omset bisa saya bawa pulang sebesar Rp 200 ribu, sekarang bisa bawa pulang Rp 400 ribu,” tutup Rossi. (kub/gob)



loading...

Feeds