Komentar Berujung Beruji, Belajar dari Kasus Bams Ismoyo

Lhepay Gentha Al Batawie

Lhepay Gentha Al Batawie

KOMENTAR tersebut harus ditanggung oleh si pelontar. Begitulah nasib yang dialamai oleh netizen asal Bojonegoro yang merantau ke Bekasi, Bams Ismoyo. Akibat ujaran kebencian di kolom komentar sebuah posting Facebook dan menjadi viral di masyarakat Bekasi, terutama pegiat seni budaya, Bams Ismoyo pun diburu polisi Bojonegoro saat berada di kampung halamannya dan dibawa pulang ke Bekasi sampai ia harus mendekam di balik jeruji bes Mapolres Metro Bekasi, Cikarang Utara, untuk sementara.

Akhir cerita seorang penghina warga masyarakat Bekasi, Bams Ismoyo sekarang sudah dibalik jeruji besi Polres Bekasi dan berikutnya menunggu ponis ketuk palu Hakim pada sidangnya… Worning…

Ketik Lhepay Genta Al Batawie pada post-nya, Sabtu (30/6/2017) pagi. Ia juga melampirkan foto Bams Ismoyo yang berada dibalik sel. Post tersebut dibagikan hingga 2.100 kali. Ia dikenal sebagai netizen Facebook yang juga pegiat budaya Bekasi, sejak awal ia mengikuti perkembangan kasus ini dan turut aktif dalam setiap prosesnya.

Untuk para pendatang/perantau agar menjaga silahturahim dengan sesama, jaga etika serta norma-norma dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, karena kita adalah saudara jangan pernah membedakan Suku Ras Agama atau adat dan tradisi, mari kita bina ke bersamaan dan keragaman berbudaya di negeri ini, mari kita tekadkan bersama dalam hati dan benak kita, bahwa kita adalah satu kesatuan yang itih dibawah naungan PANCASILA.

Komentar Bams Ismoyo mulai viral pada 23 Juni 2017, 2 hari sebelum lebaran. Komentar yang telah di-screenshot netizen menyebar baik lewat Whatsapp, Facebook, Twitter dan sosial media lainnya. Kabar penangkapannya terdengar pada 27 Juni 2017.

Screenshot_2017-07-01-10-50-55(lea/gob)

 

 



loading...

Feeds