Keren… Atlet Bekasi Ini Dilirik Pelatih Dunia

Kim Byung Jo (tengah) bersama anak didiknya saat kejuaraan dunia cadet di Muju Korea 2015.

Kim Byung Jo (tengah) bersama anak didiknya saat kejuaraan dunia cadet di Muju Korea 2015.

BANYAKNYA atlet taekwondo Indonesia yang berpotensi menjadi juara dalam berbagai kompetisi, mendapat perhatian salah satu pelatih asal Korea Selatan, Kim Byung Jo. Kim menilai saat ini, atmosfir pertandingan masih terlihat massif dan tidak sebanding dengan sumber daya manusia (SDM) yang sangat bagus.

Ia mengaku melihat jumlah atlet taekwondo di Indonesia adalah salah satu yang terbesar di dunia. Namun dirinya belum melihat para atlet tersebut mendominasi kancah dunia. Kecuali Poomsae yang di matanya sudah sejajar dengan tim elit dunia.

“Dulu di era 90-an, memang atlet taekwondo Indonesia pernah Berjaya. Selepas itu, karena makin ketatnya persaingan, banyaknya perubahan aturan pertandingan, atlet taekwondo Kyorugi Indonesia belum sepenuhnya optimal menembus jajaran elit dunia.” ujar lelaki yang akrab disapa Kim, didampingi Ketua Harian Taekwondo Kabupaten Bekasi, Sandi Yanuar dan P. Sinurat.

Karena melihat begitu potensialnya atlet Indonesia, baik dari segi skill maupun fasilitas serta banyaknya turnamen yang digelar di tanah air, Kim yakin kesempatan menembus dominasi elit taekwondo dunia akan tercapai.

Menurutnya, hal itu cuma soal waktu dan tentunya adanya ketersediaan sumber daya atlet yang terus regeneratif dan simultan dengan skill yang baik.

Terkait hal itulah Kim Byung Jo melalui Dojangnya “Sinnam” tertarik membuka unit latihan dan ikut berkontribusi menciptakan pola pelatihan usia dini. Khususnya kategori Kadet, dan Junior. Karena menurutnya pembinaan kepada mereka itulah merupakan jantungnya regenerasi atlet, dimanapun di seluruh dunia.

“Saya akan ikut membantu taekwondo Indonesia membangun generasi taekwondo yang berkualitas untuk bisa bersaing di level dunia,” ujar pelatih yang sukses membawa anak asuhnya di kejuaraan dunia kadet berturut-turut di Azerbaijan 2014, Muju, Korea Selatan 2015, China Taipe 2016 dan terakhir di kejuaraan dunia Kadet yang berlangsung di Vietnam 2017.

Ketua Harian Taekwondo Kabupaten Bekasi, Sandi Yanuar dan P. Sinurat menyatakan, terkait dengan keinginannya tersebut, Kim Byung Jo berharap bahwa dirinya diterima dengan baik di Indonesia, mendapat dukungan dan respons positif dari organisasi taekwondo Indonesia, dalam hal ini PBTI, dan para pengurus lain.

“Keberadaan Master Kim Byung Jo akan sangat membantu kami dalam mengkonstruksi program pembinaan dan pengembangan prestasi para atlet,” imbuhnya.

(dan/pj/gob)



loading...

Feeds