TOLONG! Nenek Berusia 71 Tahun Ini Butuh Uluran Tangan

Siti Fatonah. (Foto: Ucie Yusuf)

Siti Fatonah. (Foto: Ucie Yusuf)

SEJAK tiga bulan terakhir, Siti Fatonah hanya terbaring tidak berdaya. Warga kampung Babelan RT 015/003, Desa Babelan Kota hanya berharap uluran tangan dari warga sekitar. Maklum saja, akibat sakit yang dideritanya dia tidak bisa berjalan.

Nenek berusia 71 tahun ini hidup sebatang kara, tidak memiliki suami maupun sanak family di kampung Babelan.
Meskipun sudah belasan tahun tinggal di Babelan, wanita asal Jawa Timur ini selalu berjuang memenuhi kebutuhan hidupnya sebagai buruh cuci.

Namun, sejak tiga bulan terakhir praktis dia tidak bisa melakukan kegiatan.

”Sudah tiga bulan saya begini, untuk berdiri saja enggak bisa apalagi berjalan. Kalau butuh apa-apa, paling minta bantuan anak-anak kecil sekitar rumah, untungnya warga di sini sangat baik sekali sama saya,” keluhnya saat ditemui Kamis, (29/6/2017).

Saat ini, dia hanya tinggal diemperan rumah warga. Beralas tikar lusuh dan kantung plastik sebagai penghalang dinginnya angin, Nenek Fatonah hanya terbaring melawan rasa sakit yang dia derita.

”Hanya bisa seperti ini saja,”tuturnya.

Baca Juga: Kecelekaan di Tol Jakarta-Cikampek, 4 Orang Luka-luka

Ironisnya, hingga saat ini belum ada perhatian dari pemerintah setempat. Padahal, nenek Fatonah membutuhkan biaya untuk mengobati penyakitnya. Hanya ketua RT saja yang sesekali menjenguk keadaannya.

“Selama ini, saya belum pernah dapet kunjungan dari pihak Desa, maupun Kecamatan, cuma Pak RT saja yang suka dateng melihat keadaan saya, setiap dateng selalu mengasih uang untuk saya beli makanan,” ungkapnya.

Sementara itu, pemilik rumah yang halamannya ditempati Nenek Fatonah, Manol (46) mengku, berulang kali pihaknya sudah menyampaikan permasalahan ini ke pemerintah desa dan kecamatan. Namun sayangnya hingga saat ini belum ada perhatian dari pemerintah setempat.

“Saya sangat prihatin sekali dengan keadaan nenek Fatonah, dia hidup sebatang kara, kalau enggak ada warga yang mengurus, nenek Fatonah bisa terlantar. Warga di sini berharap pemerintah bisa memperdulikan keadaan nenek Fatonah, seenggaknya bisa hidup lebih laik,” tambahnya.

Penuturan serupa juga disampaikan oleh Ketua RT 015 RW 003 , Desa Babelan Kota, Tado. Dia mengaku sudah mengadukan permasalahan tersebut ke pemerintah desa, namun sayangnya hingga saat ini belum ada respon yang memuaskan.

“Saya sudah laporkan hal ini Keatasan, tapi sampai saat ini, laporan saya belum ada respon, dan belum ada tindakan sampai sekarang. Semoga saja dalam waktu dekat, nenek fatonah bisa hidup lebih laik lagi,” tukasnya. (pra/pj/gob)



loading...

Feeds

IMG-20170727-WA0030

SMPN 10 Bekasi Raih Penghargaan

SMP Negeri 10 Kota Bekasi berhasil mendapatkan penghargaan berupa piala “Raksa Prasa Kategori Sekolah Berbudaya Lingkungan” Provinsi Jawa Barat Tahun …