Pencurian Kambing Marak, Warga Tambelang Resah

Barang bukti yang diamankan kepolisian Tambun, Rabu (18/5/2016). (Foto: Fard)

Barang bukti yang diamankan kepolisian Tambun, Rabu (18/5/2016). (Foto: Fard)

WARGA Desa Sukabakti kecamatan Tambelang akhir-akhir ini dibuat resah. Ya, pasalnya saat ini diwilayah tersebut marak aksi pencurian kambing. Kondisi ini membuat warga memperketat keamanan lingkungan.

Dengan harga jual yang tinggi, kambing sangat di gemari para pencuri, sering sekali warga mengeluh kehilangan Kambing, Hal itu menjadi Pekerjaan Rumah (PR) untuk pihak desa, dalam menjaga keamanan lingkungan.

Kepala Desa Sukabakti, Risan Aman mengakui wilayah yang dipimpinnya saat ini sedang marak aksi pencurian kambing. Harga jual yang tinggi dan mudah menjualnya, menjadi salah satu penyebab hewan tersebut menjadi buruan pencuri.

“Sekarang harga kambing yang masih anak saja, harganya bisa sampai Rp 700 ribu, bahkan yang sudah jadi Domba harganya bisa Rp2 juta sampai 3 juta, mangkanya pencuri lebih memilih mengambil Kambing Domba,” ucapnya saat ditemui, Selasa (20/6/2017).

Dia mengaku, resiko yang tidak terlalu besar, menjadi alasan pencuri lebih memilih mengambil kambing. Karena kandang kambing biasanya berada di samping atau di belakang rumah.

“Kambing yang saya tahu, kalau mulutnya di kasih terasi, enggak akan berbunyi, mangkanya pencuri enggak ketahuan, selain itu kandangnya dibuat pakai bambu, mudah sekali di bobolnya,” ungkapnya saat di kantor Desa.

Dia menambahkan, menjelang lebaran pihak desa menurunkan 17 petugas Pertahanan Sipil (Hansip) yang disebar di seluruh RT. Petugas tersebut diminta membantu warga untuk menjaga keamanan lingkungan.

“Dari awal puasa, saya sudah menyarankan sama seluruh pegawai desa, Khususnya RT dan Hansip untuk selalu Standby di pos ronda, agar keamanan bisa terjaga ,” tutupnya.

(pra/pj/gob)



loading...

Feeds