Ckckck… THM di Cikarang Ini Tetap Buka Saat Ramadan, Lihat Nih Pelayannya…

Perempuan pemandu lagu di salah satu tempat karaoke di Kawasan Lippo Cikarang berlarian saat didatangi DPRD, Satpol PP dan MUI, Senin (19/6/2017) malam.

Perempuan pemandu lagu di salah satu tempat karaoke di Kawasan Lippo Cikarang berlarian saat didatangi DPRD, Satpol PP dan MUI, Senin (19/6/2017) malam.

SEJUMLAH tempat hiburan malam (THM) di Kabupaten Bekasi ternyata masih buka saat Ramadan. THM seperti karaoke dan diskotik diketahui masih beroperasi ketika DPRD Kabupaten Bekasi, Satpol PP dan MUI melakukan inspeksi mendadak (sidak), Senin (19/6/2017) malam.

Saat mendatangi Hotel Jenesis di Kawasan Lippo Cikarang, Cikarang Selatan, sempat terjadi adu mulut antara anggota dewan dengan pemilik THM.

Adu mulut itu terjadi ketika salah satu anggota dewan mempertanyakan THM yang masih beroperasi. Eric, pemilik tempat hiburan malam menjawab kalau tempat hiburannya masih beroperasi karena jenis usaha serupa masih beroperasi di Jakarta. “Jakarta juga masih buka,” ujar Eric.

Spontan jawaban itu menyulut emosi Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Sunandar yang ikut dalam inspeksi mendadak tersebut.

“Anda ini tinggal di Kabupaten Bekasi, kenapa harus bawa Jakarta. Seharusnya ikuti aturan yang berlaku di sini,” kata Sunandar.

“Sudah banyak laporan masuk ke dewan baik ke lembaga maupun ke saya langsung dari masyarakat. Mereka jelas terganggu. Kemudian saat ditindaklanjuti ternyata benar mereka masih buka,” sambungnya.

THM Jenesis berada di hotel di lantai satu. Di lokasi tersebut, hiburan malam karaoke masih beroperasi meski Ramadan. Padahal, Bupati Bekasi sudah mengeluarkan maklumat untuk menutup segala jenis THM.

Menurut Sunandar, selain tidak mengindahkan aturan yang ada, pengusaha THM tersebut dinilai tidak menghargai umat Islam yang tengah menjalankan ibadah puasa.

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Bekasi Nomor 6 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan, dijelaskan bahwa seluruh tempat hiburan malam dilarang beroperasi. Hiburan tersebut meliputi karaoke, diskotik, kafe malam, tempat pijat hingga spa.

“Harusnya kan menghargai bulan Ramadan, ini malah tetap dibuka. Jelas ini melanggar. Sudah ada perdanya, ada juga seruan dari bupati tapi tidak dihiraukan,” katanya.

Dalam inspeksi mendadak ini, pengusaha THM dimintai menunjukkan kelengkapan perizinan hotel dan karaoke. Namun mereka tidak mampu menunjukkan izin yang lengkap. Karena izin yang dimiliki hanya untuk ruko dan bukan hotel atau karaoke.

Sempat terjadi aksi protes yang dilakukan para wanita pemandu saat petugas menghentikan operasional karaoke. Beberapa wanita bahkan mencoba menantang dengan meneriaki petugas. Namun aksi tersebut tidak berlanjut. Tempat karaoke ini dihentikan operasionalnya, kemudian para tamu, karyawan serta wanita pemandu diminta pulang. (dho/pj/gob)



loading...

Feeds

(Ilustrasi) Truk sampah milik DKI Jakarta yang rusak dilempar batu. (Foto: Ist)

Lagi, Truk Sampah DKI Dihujani Batu

UNTUK kesekian kalinya, truk sampah DKI Jakarta kembali diserang kelompok misterius di Jalan Raya Narogong. Namun pelemparan kaca truk sampah …