Wali Kota Tanda Tangani Kontrak Kinerja PT Telkom dengan Pemerintah Kota Bekasi Terkait Call Center

Pemkot Bekasi menandatangi kerja sama dengan PT Telkom, Senin (19/6/2017). (Foto: Ist)

Pemkot Bekasi menandatangi kerja sama dengan PT Telkom, Senin (19/6/2017). (Foto: Ist)

PERJANJIAN Kerja Sama dengan PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk dengan Pemerintah Kota Bekasi terkait Call Center Kota Bekasi yang akan melayani warga Masyarakat di URC (Unit Reaksi Cepat) di Dinas Dinas bagian pelayanan masyarakat, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menandatangani kerja sama tersebut di dampingi Kepala Dinas Kominfostandi Kota Bekasi, dr. Titi Masrifahati dan segenap Kepala Dinas Terkait di Lapangan apel RSUD dr. Chasbullah A.M pada hari Senin (19/06/2017).

Peran aplikasi SOROT, POT, Media Sosial untuk berinteraktif mengenai keluhan keluhan masyarakat Kota Bekasi kini ditambah permudah melalui Call Center yang akan aktif pada esok hari di Ruang Wali Kota Bekasi, melalui nomor 1500-444 dan untuk Gawat Medis, Bencana dan Kecelakaan di PSC (119) yang nantinya ada 8 operator yang siap siaga selama 24 jam yang jika ada warga yang menelpon ke nomor tersebut akan langsung diteruskan ke dinas yang dibutuhkan.

Dinas yang menjadi Tim URC yakni ada 16 SKPD diantaranya RSUD dr. Chasbullah A.M, Dinas PUPR, Dinas DPM PTSP, Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD Kota Bekasi, Dinas Perhubungan dan beberapa dinas lainnya mengenai pelayanan warga akan sigap dengan call center tersebut yang nantinha di SKPD tersebut juga pasti terhubung untuk dilaporkan.

“Semisalkan ada warga dalam kebakaran atau bencana banjir bisa di adukan melalui PSC 119, jika ingin melaporkan kejadian mengenai pelayanan cepat bisa terhubung di Call Center 1500-444”

Selain itu, Hari ini Walikota Bekasi Rahmat Effendi menindaklanjuti temuanya terkait ratusan dokter di RSUD Kota Bekasi yang terlambat masuk kerja pada pekan lalu,

“Dokter harus melakukan pelayanan maksimal karena memang Honor, Gaji, Remonrasi dan Tunjangan daerah jika di gabung jumlahnya lebih dari Rumah Sakit Swasta di Kota Bekasi” ujar Wali Kota.

RSUD semakin berkembang karena itu seluruh karyawan baik yang ASN ataupun BLUD harus menaati aturan jam kerja dan tidak boleh mengangkangi aturan yang ada, RSUD dilarang menolak pasien harus menjadi penyemangat sendiri bagi para aparaturnya.

“Saat ini antrian bisa mencapai 18 antri dan satu unit kosong, Harus ada tambahan ICU dan nicu. Saya sudah perintahkan TPSD dan asda satu untuk mengurangi anggaran dari pos lain sebanyak 25 untuk menambah ruang ICU agar tidak ada lagi pasien yang di tolak,” Tegas Walikota.

Rahmat Effendi bahkan sempat berbincang dengan para petugas rumah sakit umum untuk menanyakan kesejahteraan mereka, ia meminta agar Direksi dan Tim badan pengawas melakukan rapat rencana kenaikan gaji atau tunda para petugas kesehatan di RSUD Kota Bekasi.

Pihaknya sangat berharap agar kenaikan kesejahteraan nantinya akan di imbagi kinerja yang lebih baik lagi di samping kedisiplinan para Dokter di RSUD Chasbullah AM Kota Bekasi.

“Tadi ada yang kerja sudah sembilan tahun gajinya masih di angka 3,5 jutaan makanya harus ada kesejahteraan tambahan, Tim Direksi dan Dewan pengawas harus merumuskan itu, ” Ungkap Rahmat Lagi.

Wali Kota Bekasi juga memerintahkan ada kenaikan gaji atau tunda bagi para petugas kesehatan di RSUD Kota Bekasi secara berkala jika hal tersebut tidak melanggar aturan yang ada. Dengan peningkatan kesejahteraan seharusnya para petugas malu jika masuk kerja secara terlambat dan kinerjanya tidak maksimal.

Pihaknya sebagai jajaran direksi sangat berharap jika kenaikan kesejahteraan juga di ikuti disiplin para pegawai, Hal ini akan sebanding dengan apa yang di rasakan masyarakat dan pelayanan prima senyum ramah dan bersih.

“Pegawai juga harus lebih senyum, ramah dan pelayanan maksimal jangan ada lagi bahasa pasien di tolak. Karena pada dasarnya semua pasien itu nggak ada yang gratis. Kartu sehat diklaim oleh Dinkes  dalam hal ini APBD juga BPJS dari negara,” pungkasnya.

Untuk pelayan masyarakat di kesehatan pada saat Hari Raya agar di back up dengan yang berbeda agama dan tidak ikut dalam hari raya tersebut, begitu sebaliknya juga di-backup saat hari natal tiba, ini menunjukan bukti tenggang rasa pada warga kota Bekasi,” tutupnya. (adv/hms/gob)



loading...

Feeds