Minat Pemudik di Bekasi Terhadap Angkutan Bus Menurun

(Ilustrasi) Sejumlah bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) bersandar di Terminal Bekasi, kemarin. Pemerintah Kota Bekasi bersikukuh mempertahankan asset daerah Terminal Bekasi yang sebelumnya ingin diambil alih Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.ARIESANT/RADAR BEKASI

(Ilustrasi) Sejumlah bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) bersandar di Terminal Bekasi, kemarin. Pemerintah Kota Bekasi bersikukuh mempertahankan asset daerah Terminal Bekasi yang sebelumnya ingin diambil alih Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.ARIESANT/RADAR BEKASI

PEMUDIK yang menggunakan armada bus di Kota Bekasi diprediksi akan mengalami penurun 5 persen pada lebaran 2017. Padahal, saat ini, Terminal Induk Bekasi telah menampung 535 unit bus reguler yang ditambah dengan 40 unit bus cadangan dan 100 unit bus bantuan.

Perusahaan Otobus (PO) harus jemput bola menghadapi sepinya peminat angkutan bus pada edisi lebaran 2017. Hal tersebut tak lepas dari keberadaan program mudik gratis yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.

Selain itu, pengaruh libur panjang sekolah dan tingginya minat masyarakat yang beralih ke kendaraan pribadi menjadi pemicu turunnya calon pemudik yang memanfaatkan jasa angkutan bus.

“Walaupun turun, kami anggap ini tetap naik karena sebagai antisipasi dan menguji kesabaran kami,” ujar Kepala Bidang Angkutan dan Sarana Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi, Fatikhun kepada Radar Bekasi (Grup gobekasi.co.id), Jumat (16/6/2017) kemarin.

Fatikhun mengatakan pihaknya sudah memerintahkan kepada seluruh PO bus dan pimpinan Terminal Induk Bekasi untuk tidak terlebih dulu menerjunkan bus cadangan bantuan. Dia meminta agar keberadaan bus reguler diutamakan untuk menghabiskan jumlah yang disediakan.

Dia mengungkapkan, pada periode sebelumnya, Terminal Induk Bekasi terpaksa tidak mengeluarkan ratusan bus bantuan akibat sepinya peminat. Tahun ini, kata dia, tidak jauh beda dengan lebaran sebelumnya. Apalagi, beberapa waktu lalu Fatikhun sempat menghadiri acara di Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur yang kondisinya juga tak jauh beda.

Melihat situasi seperti ini, pihaknya hanya berharap masyarakat tetap memiliki minat untuk menggunakan armada bus. Minimal, masyarakat yang terbiasa mudik menggunakan kendaraan roda dua agar berpikir ulang dengan beralih ke angkutan bus.

“Lah saya saja mantau bus yang keluar dari terminal tujuan Jawa Timur itu cuma empat bus (sehari) yang keluar. Ini kan sepi banget,” katanya.

Kendati demikian, Dishub Kota Bekasi tetap akan mengecek kelayakan bus dan adminitrasi sopir yang mendapatkan tugas membawa penumpang. Dishub Kota Bekasi akan bekerjasama dengan petugas Kemenhub dan Sat Lantas Polres Metro Bekasi Kota mengecek berupa kelengkapan SIM dan STNK.

Kemudian mereka juga akan menyasar pada kesiapan teknis seperti kelayakan komponen sistem kemudi, rem, lampu, ban, penghapus kaca depan (wiper), palu pemecah kaca, dan lampu sen.

Nantinya, apabila petugas menemukan sopir yang belum melengkapi dokumen adminitrasi akan dikenakan tilang. Di sisi lain petugas tidak akan mengizinkan sopir bus jalan apabila terbukti bus belum melengkapi petunjuk teknis.

“Ban gundul, misal. PO atau sopir harus mengganti ban baru hingga kondisinya layak baru kita izinkan untuk jalan,” katanya.

Kalaupun bus yang belum layak jalan ternyata lolos dari pengecekan, kata dia, mereka tetap akan menghadapi pengecekan berikutnya yang berlokasi di tol maupun daerah lain.

“Karena ini serentak, sopir yang nakal tetap dicek di daerah lain,” tandasnya.

(yay/pj/gob)



loading...

Feeds