Hampir Setiap Tahun, BUMD Ini Minta Modal ke Pemkab Bekasi

Ilustras:Rizal Ali/Radar Bekasi

Ilustras:Rizal Ali/Radar Bekasi

RENCANA Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi yang meminta penyertaan modal lagi di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2017 sebesar Rp 87 miliar, mendapat reaksi keras legislatif. Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi justru mempertanyakan urgensi penyertaan modal tersebut di tengah rencana pemisahan perusahaan air itu sebagai BUMD dua pemerintah, Pemkot dan Pemkab Bekasi.

Bukan hanya alasan akan ada pemisahan PDAM, penolakan DPRD itu juga berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya. Di mana laporan penggunaan anggaran sejumlah penyertaan modal BUMD air bersih itu pada tahun 2012 hingga 2015 saja tak kunjung dilaporkan. DPRD pun mempertanyakan penyertaan modal pada empat tahun belakangan itu.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi Yudhi Dharmansyah mengungkapkan pihaknya sudah menggelar rapat bersama dengan PDAM Tirta Bhagasasi (TB) terkait permintaan PDAM yang meminta penambahan modal. Dalam rapat tersebut, PDAM pimpinan Usep Rahman Salim itu mengajukan penyertaan modal dalam APBD Perubahan tahun 2017 sebesar Rp87 miliar dan APBD 2018 sebesar Rp 360 miliar.

’’Padahal, saat ini sedang dalam proses pemisahan aset PDAM TB antara Pemkab Bekasi dan Pemkot Bekasi. Alasannya untuk mencapai target Millenium Development Goals (MDG`s) tahun 2018,’’ ungkap Yudhi.

Mendapat permintaan PDAM itu, Komisi I beralasan. “Yang pertama, terkait dulu kan kita juga pernah memberikan penyertaan modal, tahun 2012, 2013, 2014, sampai 2015. Kami meminta laporan itu dulu dah terkait dengan penyertaan modal tersebut,” ujarnya.

Baca Juga: 3 Tahun Rumah Dhuha Menginspirasi

Kemudian, DPRD Kabupaten Bekasi juga akan menunggu pemisahan aset Pemkot Bekasi dan Pemkab Bekasi yang ada di PDAM TB. “Kami baru akan melakukan penyertaan modal setelah terjadinya perpisahan aset antara Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi,” tegasnya.

Disinggung mengapa pihaknya enggan memberikan penyertaan modal sebelum pemisahan, menurut dia, hal itu dilakukan supaya dalam pembagian asset antara kedua pemerintahan tidak timpang tindih.

“Kita tunggu sampai selesai lah (kalau pemisahan aset belum selesai), karena kan begini, di pemisahan aset itu nanti pihak Kota Bekasi dia menginginkan dihitung semua. Tidak hanya berdasarkan apa yang dia setorkan, tapi dihitung secara global. Kalau dihiitung secara global dan hari ini kita memberikan modal kan jadi bias,” tambahnya.

Kendati demikian, pihaknya juga akan melihat kekuatan anggaran yang dimiliki oleh Pemkab Bekasi. “Terus, masalah laporannya seperti apa kan harus kita lihat dulu. Uang yang sebelumnya digunakan itu seperti apa dan harus sudah pisah,” tutupnya.

Menanggapi hal itu, Pjs Kabag Humas dan Hukum PDAM Tirta Bhagasasi Yusmet, mengatakan pada APBD Perubahan tahun 2017 pihaknya mengajukan penyertaan modal sebesar Rp 87 miliar. Untuk APBD murni tahun 2018, pihaknya mengajukan sekitar Rp 360 miliar.

Disinggung terkait dengan sikap Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi yang meminta laporan keuangan, ia menyatakan bahwa pihaknya sudah menyampaikannya melalui Dewan Pengawas PDAM Tirta Bhagasasi.

“Untuk 2018 baru pengajuan dan laporan keuangan juga telah disampaikan ke Dewan Pengawas. Nanti dari Dewan Pengawas disampaikan ke DPRD,” katanya.

Ia pun menyatakan, bahwa pengajuan penyertaan modal ke Pemkab Bekasi pada tahun 2017 ini tidak berpengaruh pada pemisahan aset yang sedang berjalan. Karena, penyertaan modal tersebut dipergunakan untuk meningkatkan pelayanan di wilayah Kabupaten Bekasi. Walupun, menurut DPRD Kabupaten Bekasi penghitungan aset akan dilakukan secara global.

“Belakangan ini nggak ada sih di kota (pemasangan saluran), semua di kabupaten. Penyertaan modal kabupaten untuk kabupaten. Kalau kita lihat dari penyertaan modal, masing – masing dihitung. Kalau penyertaan modal lebih besar kabupaten, ya lebih besar kabupaten (aset),” ucapnya. (neo/pj/gob)



loading...

Feeds

(Ilustrasi) Truk sampah milik DKI Jakarta yang rusak dilempar batu. (Foto: Ist)

Lagi, Truk Sampah DKI Dihujani Batu

UNTUK kesekian kalinya, truk sampah DKI Jakarta kembali diserang kelompok misterius di Jalan Raya Narogong. Namun pelemparan kaca truk sampah …