200 Ribu Pendatang Baru Diprediksi Masuk Kota Bekasi Pasca Lebaran

URBANISASI: Warga berjalan di Jalan Joyomartono Bekasi Timur Kota Bekasi. Saat ini operasi yustisi tidak tepat sasaran untuk mengantisipasi lonjakan pendatang baru atau urbanisasi di Kota Bekasi.Dokumentasi Radar Bekasi.

URBANISASI: Warga berjalan di Jalan Joyomartono Bekasi Timur Kota Bekasi. Saat ini operasi yustisi tidak tepat sasaran untuk mengantisipasi lonjakan pendatang baru atau urbanisasi di Kota Bekasi.Dokumentasi Radar Bekasi.

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bekasi mulai ancang-ancang mengantisipasi kehadiran pendatang dari luar daerah yang diprediksi mencapai 200 ribu pendatang pasca berakhirnya perayaan lebaran 2017. Kondisi ini kerap terjadi menyusul arus balik lebaran.

Kota Bekasi menjadi tujuan kaum urban, mengingat jarak yang dekat dengan DKI Jakarta menjadi daya tarik sendiri. Para pendatang umumnya berasal dari daerah, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Sumatera.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi, Erwin Effendi menjelaskan umumnya pendatang untuk mencari pekerjaan setelah menyelesaikan sekolah di daerah asalnya.

“Kami prediksi akan ada pergerakan sekitar 200 ribu pendatang setelah lebaran nanti,” ujar Erwin kepada Radar Bekasi, Jumat (16/6/2017) kemarin.

Pada dasarnya, Pemkot Bekasi tidak melarang kehadiran pendatang yang akan mencari nasib setelah memutuskan merantau. Hanya saja, para pendatang tersebut minimal harus berbekal kompetensi daya saing di Kota Bekasi agar tidak meningkatkan jumlah pengangguran di Kota Bekasi.

Sebagai antisipasi, Pemkot Bekasi nantinya akan menggelar operasi yustisi terhadap titik vital seperti terminal dan stasiun ketika arus mudik balik berlangsung. Pihaknya juga bekerjasama dengan kelurahan untuk memantau pergerakan pendatang yang nantinya akan mencari tempat tinggal.

Nantinya petugas Disdukcapil dan kelurahan akan mengecek kelengkapan dokumen adminitrasi. Juga, pendataan nantinya juga dilakukan agar kondusifitas Kota Bekasi tetap terjaga .

“Kalau mereka di sini menganggur, terus melakukan tindakan yang melawan hukum bagaimana, makanya nanti akan kita gelar operasi,” katanya.

Erwin menambahkan, Kota Bekasi selalu menjadi langganan terjadinya urbanisasi seperti kota besar, Bandung dan Jakarta. Hanya saja, kata dia, tidak seluruhnya para pendatang nantinya akan mencari nasib di Kota Bekasi. Mereka juga akan mencari pekerjaan di daerah tetangga seperti Kabupaten Bekasi dan Jakarta.

“Jadi untuk persinggahan juga. Kota Bekasi ini mereka anggap sebagai daerah yang cantik untuk mencari pekerjaan,” ungkap Erwin.

Dia menghimbau para pendatang nantinya agar tidak bermodal nekad saja untuk mencari nasib di Kota Bekasi. Minimal, mereka harus memiliki kompetensi yang dilengkapi dengan identitas diri.

“Tapi yang terpenting para pendatang harus menghormati budaya Kota Bekasi,” tandasnya. (yay/pj/gob)



loading...

Feeds