RSUD Kabupaten Bekasi Rawat 114 Pasien Thalassemia

SEBANYAK 114 orang mengidap penyakit thalassemia dan dalam perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bekasi, namun pasien yang mengidap penyakit tersebut masih keterbatasan persoalan anggaran. Pasalnya, para penderita penyakit thalassemia tidak bisa menggunakan BPJS Kesehatan.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi, Sri Enny mengatakan, para penderita penyakit thalassemia mendapatkan perawatan intensif di RSUD Kabupaten Bekasi, sehingga pihak Dinkes telah mengusulkan anggaran bantuan untuk para penderita penyakit tersebut. Lantaran, para penderita tidak bisa menggunakan BPJS.

“Tahun 2018, Insyaallah akan ada bantuan dengan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Bekasi, karena dalam perawatan sangat dibutuhkan. Apalagi, ada 114 orang terkena (penyakit, red) Thalassemia dan ada bantuan di RSUD,” kata Sri Enny saat diwawancarai Cikarang Ekspres.

Penyakit Thalassemia saat ini telah meluas ke wilayah mediterania, Afrika, Asia Tengah, India, Tiongkok, dan Indonesia. Bahkan dari informasi yang dia dapat, jumlah penderita di Indonesia mencapai 7.238 orang dan penderita terbanyak berasal dari Jawa Barat mencapai 42%.

“Apalagi banyak masyarakat yang belum memahami penyakit itu. Maka kami akan menyosialisasikan segala hal tentang penyakit tersebut,” ucapnya.

“Thalassemia adalah penyakit genetik yang tengah diawasi WHO. Saya berharap lembaga kesehatan bergerak cepat mengantisipasi penyebaran penyakit tersebut demi kesehatan masyarakat kita,” tambahnya.

Sri Enny menambahkan, salah satu gejala yang tampak pada penderita thalasemia khususnya thalasemia mayor adalah pucat, bentuk wajah khas. Kemudian ditemukan kondisi kuning di mata dan kulit, gangguan pertumbuhan, dan perut membesar karena pembesaran limpa.

“Penderita akan berdampak pada kualitas hidup mereka. Saya sangat mengapresiasi apa yang diperintahkan Bupati kita untuk mengantisipasi penyebaran di Kabupaten Bekasi,” pungkasnya. (gob)

 



loading...

Feeds