Penolakan Pasien BPJS di Bekasi, Dede Yusuf: Ini Masalah Nyawa

(Ilustrasi) Pembina Kwarcab Jawa Barat Dede Yusuf, didamping Pembina Kwarcab Kota Bekasi Rahmat Effendi meresmikan jembatan bambu Bekasi Jaya, Rabu (24/2/2016). FOTO: Ivan Pramana Putra/GoBekasi

(Ilustrasi) Pembina Kwarcab Jawa Barat Dede Yusuf, didamping Pembina Kwarcab Kota Bekasi Rahmat Effendi meresmikan jembatan bambu Bekasi Jaya, Rabu (24/2/2016). FOTO: Ivan Pramana Putra/GoBekasi

BAYI dalam kandungan Reny Wahyuni, 40, meninggal dunia, diduga karena terlambat mendapat pertolongan medis.

Pasien peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan itu ditolak tujuh rumah sakit, termasuk RSUD Kota Bekasi, Jabar.

Ketua Komisi IX DPR Yusuf Macan Effendi mengatakan seharusnya penolakan pasien peserta BPJS Kesehatan tidak terjadi lagi.

“Memang mestinya tidak terjadi lagi,” kata dia kepada JPNN.com (induk gobekasi.co.id), Jumat (16/6/2017).

Pria yang karib disapa Dede Yusuf itu mengatakan sudah melakukan pengecekan terkait persoalan ini. Berdasarkan informasi yang diperolehnya, Dinas Kesehatan Bekasi sudah memberikan teguran.

“Namun saya sudah cek ini yang di Bekasi kan? Jika iya sudah diberikan teguran oleh Dinkes Bekasi terhadap RS menolak,” katanya.

Dede mengatakan, karena yang diminta adalah ruang Neonatal Care Unit (NICU) atau Intensive Care Unit (ICU) untuk kandungan biasanya memang penuh. Sebab, biasanya RS hanya punya sedikit ruangan biasanya.

Namun, dia menegaskan, yang tidak boleh dilakukan RS adalah membiarkan pasien mencari sendiri.

“Mustinya harus dimeditasi oleh RS terakhir sampai dapat. Karena masalah nyawa,” tegas politikus Partai Demokrat ini.

Karenanya Dede mengatakan, Komisi IX DPR meminta Kementerian Kesehatan dan BPJS membuat sistem jaringan rujukan melalui information technology (IT).

“Sehingga bisa dicek kondisi kamar atau fasilitas kesehatan yang ada di mana saja,” pungkas mantan Wakil Gubernur Jawa Barat itu. (boy/jpnn/gob)



loading...

Feeds

Rapat Paripurna Penetapan APBD-P Kota Bekasi, Kamis (19/10/2017). (Foto: Muhammad Yakub/GoBekasi)

Sah! APBD-P Kota Bekasi Rp5,7 Triliun

ANGGARAN Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2017 Kota Bekasi disahkan dalam rapat paripurna, Kamis (19/10/2017). Dalam rapat tersebut DPRD …
Rekom Sutriyono Masih Bisa Dievaluasi

Rekom Sutriyono Masih Bisa Dievaluasi

REKOMENDASI Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) terhadap anggota Komisi IV DPR RI, Sutriyono masih dapat dievaluasi. Demikian …
Tanpa Syaikhu, PAS Jilid 2 Berlanjut

Tanpa Syaikhu, PAS Jilid 2 Berlanjut

KETUA DPW PKS Jawa Barat memastikan jika tanpa dirinya, koalisi PAS jilid 2 di Pilkada Kota Bekasi dimungkinkan tetap berlanjut. …