Jalur Mudik Kalimalang Bakal Jadi yang Terpadat

(Ilustrasi) Sejumlah pemudik menggunakan sepeda motor melintasi jalur Kalimalang, jalan M.Hasibuan, Kota Bekasi, Selasa (14/7). Memasuki H-3 lebaran arus mudik sepeda motor yang melewati Kalimalang menuju pantura tersebut masih terpantau ramai lancar dan di prediksi akan padat pada malam nanti. FOTO : Ivan Pramana Putra / GOBEKASI.co.id

(Ilustrasi) Sejumlah pemudik menggunakan sepeda motor melintasi jalur Kalimalang, jalan M.Hasibuan, Kota Bekasi, Selasa (14/7). Memasuki H-3 lebaran arus mudik sepeda motor yang melewati Kalimalang menuju pantura tersebut masih terpantau ramai lancar dan di prediksi akan padat pada malam nanti. FOTO : Ivan Pramana Putra / GOBEKASI.co.id

KASAT Lantas Polres Metro Bekasi Kota Kompol I Nengah Adiputro membenarkan, tol Becakayu akan digunakan sebagai jalur alternative para pemudik.

“Untuk itu kami coba melakukan rekayasa lalulintas. Sifatnya sementara selama proses waktu mudik ini berjalan. Masyarakat pengguna kendaraan dari arah Caman, Jatibening akan kami arahkan melalui Jalan KH Noer Alie, tapi yang sebelah selatan. Jadi ini akan kita buat satu jalur menuju arah Bekasi. Sementara saja sampai waktu mudik berjalan,” paparnya.

Nengah menyampaikan, untuk proyek khususnya yang berada di jalur mudik sudah berhenti sejak H-10 lebaran. Kemudian, barang-barang yang menghalangi jalan diharapkan untuk dirapikan.

“Kita harapkan pihak terkait supaya jalan yang rusak yang berlubang agar segera bisa dibenerin, sehingga bisa mencegah kecelakaan,” lanjutnya.

Dirinya menghimbau supaya pemudik dapat mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Mulai dari fisik, mental hingga kendaraan yang akan mereka gunakan untuk mudik. “Kemudian, manfaatkan pos maupun check point yang disediakan pihak kepolisian,” katanya.

Dirinya mengasumsikan bahwa jalur mudik di jalan raya Kalimalang akan menjadi jalur terpadat dibanding jalan tol dan jalur Pantura. Akan ada 360 personil yang berasal dari Satlantas Polres Metro Bekasi Kota dan bantuan dari Brimob Polda melakukan pengamanan dalam mudik 2017 mendatang.

Mengenai sanksi tilang, kata dia, akan tetap ada dalam pelaksanaan mudik. Tapi, yang utama ialah bagaiaman agar para pengendara dapat mudik dengan lancar aman dan nyaman.

“Tindakan pelanggaran tetap kita laksanakan, tetapi kita lihat secara efek sosial bagaimana, efektif apa tidak. Lebih kepada kami menekankan bagaimana menjaga keselamatan kepada mudik. Jadi, bukan tidak menindak pelanggar, tetapi bagaimana kita mengatur masyarakat yang mudik sehingga terjaga keselamatan mereka,” paparnya.

(neo/pj/gob)

 



loading...

Feeds