Buntut Rusuh di Kota Bekasi, Laga Persija Vs Sriwijaya Pindah ke Stadion Wibawamukti

Golok Raksasa hasil karya Budayawan Kabupaten Bekasi yang dipasang di sekitar area Stadion Wibawa Mukti, Cikarang Timur, menyedot perhatian masyarakat, Jumat sore (9/9/2016). FOTO: Dokumentasi GoBekasi

Golok Raksasa hasil karya Budayawan Kabupaten Bekasi yang dipasang di sekitar area Stadion Wibawa Mukti, Cikarang Timur, menyedot perhatian masyarakat, Jumat sore (9/9/2016). FOTO: Dokumentasi GoBekasi

PERSIJA Jakarta dipaksa ngungsi tak lagi berlaga di Stadion Patriot Chandrbhaga, Kota Bekasi. Sebagai gantinya, tim kesayangan warga Jakarta itu akan berlaga di Stadion Wibawamukti saat menjamu Sriwijaya FC, hari ini Jumat (16/6/2017). Ini sebagai buntut rusuhnya supporter Jakmania usai pertandingan Persija vs Perseru Serui pada Selasa (13/6/2017) lalu.

Melakoni laga usiran ini tentunya menjadi kerugian besar bagi Tim Macan Kemayoran. Mengingat performa Persija tengah mengalami tren positif setelah sukses menyapu bersih poin penuh pada dua laga terakhir di stadion berkapasitas 30 ribu kursi penonton tersebut. Apalagi, nantinya, saat menjamu tim asal Palembang, Sumatera Selatan itu tidak dihadiri oleh pendukung fanatiknya alias melakoni pertandingan tanpa penonton.

Direktur Persija, Gede Widiade menjelaskan, Persija telah mendaftarkan dua stadion kandang untuk melakoni putaran selama musim 2017. Dua stadion tersebut sudah dikantongi PT Liga Indonesia Baru selaku operator Liga 1. Karena itu, putusan tidak bolehnya terselenggara di Patriot langsung menggunakan Stadion Wibawamukti sebagai plan B.

“Karena Persija mendaftarkan dua lapangan di operator, Patriot dan Wibawamukti. Dan, kami bisa menggunakan kedua stadion itu karena sudah mendapatkan izin,” terang Gede saat dihubungi Radar Bekasi (grup gobekasi.co.id), Kamis (15/6/2017) kemarin.

Bambang Pamungkas dan kawan-kawan sebenarnya memiliki opsi lain untuk melakoni pertandingan kandang, yakni Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah. Namun, karena jarak tempuh terlalu jauh, ditambah Persija hanya memiliki waktu dua hari untuk recovery, mau tidak mau Persija mengambil pilihan berlaga di di Wibawamukti. Konsekuensui besarnya adalah pertandingan tersebut digelar tanpa dihadiri penonton.

“Yang jelas pertandingan besok tidak boleh ada penonton. Bagi saya tidak bermain tanpa penonton tidak masalah ketimbang harus ke Solo,” jelas Gede.

Gede menerangkan, panitia pelaksana (panpel) Persija telah menyediakan 15 ribu tiket. Di mana 6 ribu diantaranya dapat dibeli di sekitar stadion, namun yang terjadi jumlah tersebut tidak ludes terjual. Sebaliknya, sebagian oknum penonton memaksa masuk secara ‘jebolan’ alias gratis tanpa membeli tiket. Dia mengatakan bahwa mereka bahkan melawan petugas dengan melakukan pelemparan batu.

Ketika kericuhan terjadi, terang Gede, Ketua Umum Jakmania, Ferry Indrasjarief dan Koordinator Lapangan (Korlap) Jakmania langsung mendatangi lokasi kejadian untuk menenangkan massa. Justru kehadiran mereka, kata Gede, dilawan oleh penonton tak dikenal yang tetap ingin masuk gratisan.

Gede menegaskan sebenarnya Persija sudah mengantongi izin untuk pertandingan melawan Sriwijaya FC di Kota Bekasi.

“Tetapi dikarenakan ada hal-hal yang merugikan kita kemarin, jadi pihak kepolisian sepertinya tidak mengizinkan kita bermain di sana (Patriot),” ungkap Gede.  (pj/gob)



loading...

Feeds